PDAM Purworejo Siap Bangun Teknologi Korea, Untuk Air Bersih Berstandar Internasional

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo Jawa Tengah mendapatkan kerjasama pemasangan teknologi membran dari Korea. Dengan teknologi membran, PDAM akan menghasilkan air bersih kualitas internasional

PDAM Purworejo Siap Bangun Teknologi Korea, Untuk Air Bersih Berstandar Internasional
Teknologi membran dari Korea, untuk menghasilkan air bersih berstandar internasional. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo Jawa Tengah mendapatkan kerjasama pemasangan teknologi membran dari Korea. Dengan teknologi membran, PDAM akan menghasilkan air bersih kualitas internasional.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti bersama Direktur PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo Hermawan Wahyu Utomo berkunjung ke Surabaya, Minggu (9/2/2025), dalam rangka pembahasan kerjasama pemasangan teknologi membran. Ini adalah kunjungan lanjutan, setelah sebelumnya mereka melawat ke PT Dzam Starindo Traco di Surabaya.

PDAM Purworejo bekerja sama dengan PT Dzam Starindo Traco, dalam mengolah air menggunakan teknologi membran, dengan saringan sangat rapat sehingga mampu menghasilkan air bersih. Dengan teknologi ini, maka tidak diperlukan lagi campuran bahan kimia dengan pengolahan yang rumit.

Saat ini kualitas air PDAM Purworejo sudah sesuai ambang batas Permenkes, otomatis air hasil saringan membran berada di atas syarat tersebut. Teknologi membran itu, biasanya dipakai di negara maju seperti di Eropa.

Sebelumnya, teknologi tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Bagelen, dan bekerja sama dengan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Namun berhubung Pemprov DIY tidak menindaklanjuti, maka pembangunan teknologi membran berpindah ke Kecamatan  Kutoarjo Kabupaten Purworejo.


Awalnya kita mau air bersih dengan teknologi membran untuk Kecamatan Bagelen dan Kecamatan Ngombol. Selain itu juga untuk suplai bandara YIA. Tetapi karena pembicaraan dengan DIY belum tuntas, maka kita alihkan kerjasama di Kutoarjo untuk menaikan produksi. Nantinya kita arahkan menyuplai ke daerah Bayan, Gebang dan Banyuurip, jelas Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, Senin (17/2/2025), di kantornya.

Dia menambahkan, selama ini untuk kebutuhan air di Perumahan Sucen Kecamatan Bayan, diambilkan dari Boro Kecamatan Banyuurip. Ke depan kebutuhan air akan dialiri dari Kutoarjo.
Kita awali dulu dengan 25 liter per detik untuk jadi 2500 pelanggan (rincian 25 liter x 100). Bisa juga ditingkatkan menjadi 25 liter x 150, bisa untuk memenuhi 3.750 pelanggan, wilayah Bayan, Gebang dan Banyuurip, imbuhnya.

.
Hermawan menuturkan, rencana pemasangan teknologi membran di Bandung Selis di Kelurahan Bandung Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Ke depan jika Bendungan Bener sudah bisa difungsikan, tidak menutup kemungkinan pengolahan teknologi membran dari pasokan air Bendungan Bener.


Kabupaten Purworejo untuk pertama kalinya yang mendapat kesempatan mendapatkan kerjasama teknologi membran. Di Indonesia baru ada di Jakarta,  untuk internal bukan untuk konsumsi publik, sebut Hermawan Wahyu Utomo. (*)