Senin, 27 Sep 2021,


panglima-minta-isolasi-terpusat-harus-disiapkanJumpa pers Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto di RSKL Covid-19 Bantul, Sabtu (24/7/2021) malam.(sariyati Wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Panglima Minta Isolasi Terpusat Harus Disiapkan

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL—Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto dan Kabaharkam Polri Komjen Arif Sulistiyanto serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito, meninjau RS Khusus Lapangan (RSKL) Covid-19 di Bambanglipuro Bantul, Sabtu (24/7/2021) malam.


Ketiga pejabat ini melihat kondisi RSKL dan juga berdialog dengan unsur TNI/Polri,Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo,Kepala RSKP dr T Glori dan beberapa pihak terkait.


“Kedatangan kami untuk melihat kesiapan RSKL sebagai tempat isolasi yang terpusat. Seperti kita ketahui, angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih tinggi.Maka keberadaan isolasi terpusat harus disiapkan,” kata Panglima TNI dalam jumpa pers.

Ada beberapa hal penting yang harus disiapkan dalam kaitan penanganan pandemi. Selain tempat isolasi yang terpusat, juga tracing, vaksin serta obat. Penglima TNI mengatakan, jika tracing adalah kunci dalam penanganan Covid-19.


“Kita pastikan informasi dan notifikasi dari Dinkes ke Puskesmas harus berjalan baik. Lalu dilakukan tracing kontak erat dengan wawancara. Yang diketahui kontak erat harus dites antigen. Jika reaktif dilakukan perawatan. Jika tidak reaktif harus melakukan karantina selama 4 hingga 5 hari. Karena itulah masa inkubasinya. Setelah itu dilakukan tes PCR,” jelas Panglima TNI.

Bila hasilnya positif, harus diisolasi sesuai denggan klasifikasinya. Apakah OTG, gejala ringan, sedang atau berat. Maka inilah kenapa perlu kesiapan tempat isolasi terpusat, untuk menampung masyarakat yang terdampak atau terkena Covid-19.

Jika yang kontak erat hasilnya negatif, harus melakukan karantina selama 14 hari sesuai dengan aturan.

“Untuk Bantul tempat isolasi terpusat ini sudah ada hingga tingkat desa (kalurahan) dan kecamatan (kapanewon),” tambah Panglima.

Kesiapan lain, lanjut Marsekal Hadi, adalah fasilitas kesehatan, ada tabung oksigen dan tenaga kesehatan yang melayani.

Kepala BNPB memberi apreasi kepada semua pihak di Bantul yang sudah mempersiapkan tempat isolasi terpusat dan segala sesuatunya terkait penanganan Covid-19 ini.

“Dalam kesempatan ini saya ingin menitipkan imbauan bahwa tidak ada satu orangpun yang kebal virus Covid. Untuk itu agar terhindar atau tidak terpapar, maka disiplin menerapkan protokol kesehatan dari memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Jika ada vaksin,maka ikutlah vaksin untuk perlindungan,”katanya.

Sedangkan Agus Budi Raharjo kepada wartawan mengatakan jika semua RS rujukan di Bantul sudah penuh. Maka akan dilakukan penambahan kapasitas.

“Miasalnya di RSKL ini dari 50 bed akan kita tambah 30 bed. Mungkin minggu depan sudah siap,” tandanya. (*)

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini