Optimalisasi Potensi Pesantren Ainul Yakin, Pesantren Khusus untuk Penyandang Disabilitas dan ODGJ

Optimalisasi Potensi Pesantren Ainul Yakin, Pesantren Khusus untuk Penyandang Disabilitas dan ODGJ
Suasana pemberdayaan pesantren Ainul Yakin di Tepus, Gunungkidul. (Istimewa).
Optimalisasi Potensi Pesantren Ainul Yakin, Pesantren Khusus untuk Penyandang Disabilitas dan ODGJ

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Tim Pengabdi Universitas Negeri Yogyakarta, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mengadakan kegiatan dengan tema “Optimalisasi Potensi Pesantren Ainul Yakin: Program Kesehatan dan Kewirausahaan untuk Kemandirian Santri Berkebutuhan Khusus”. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Juli hingga September 2025 dan merupakan hasil kerja sama Tim PkM UNY dengan Pesantren Ainul Yakin Special Children, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Kegiatan ini dilakukan oleh tiga dosen lintas bidang, yaitu Dr. dr. Atien Nur Chamidah, M.Dis.St., Dr. Yudan Hermawan, M.Pd., dan Dr. Sukinah, M.Pd.

Siaran pers yang diterima Koran Bernas Selasa (9/9) menyebutkan, untuk penguatan potensi kewirausahaan Dr. Yudan  sebagai penanggung jawab bidang ini, mengajak serta alumni UNY Muhammad Alfian Helmi Riza sebagai salah satu narasumber. Materi pelatihan yang diberikan mencakup pengembangan kewirausahaan, strategi branding, serta pengelolaan kesehatan santri. Pesantren Ainul Yakin telah memiliki unit usaha bernama Amal Usaha yang bergerak di bidang peternakan, pertanian, edukasi dan terapi. Produk unggulan yang tengah dikembangkan antara lain pathilo, keripik, dan makanan non-gluten. Pada pendampingan ini, tim marketing Ainul Yakin dibimbing untuk membuat strategi branding melalui media sosial seperti instagram dan tik-tok.

Pada bidang kesehatan, dr. Atien memberikan pendampingan tentang pentingnya pelatihan kebersihan diri, pemenuhan gizi serta penyediaan fasilitas sanitasi ramah anak. Beberapa kasus kesehatan yang sering ditemui seperti sakit kulit, efek samping obat, kekurangan gizi dan kejang menjadi perhatian utama. Strategi pencegahan perilaku berisiko pada masa pubertas juga dibahas melalui pendidikan reproduksi dan pengawasan pengasuh. Program ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNY dalam menyiapkan Unit Kesehatan Sekolah dan program promosi kesehatan. 

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta dan pengelola pondok. Abi Isma Almatin, selaku pimpinan Pesantren Ainul Yakin mengungkapkan bahwa materi yang diberikan tidak hanya relevan dengan kondisi sehari-hari, tetapi juga memberikan motivasi kepada santri dan pengasuh untuk lebih konsisten dalam menjaga kesehatan serta mengembangkan potensi kewirausahaan. Harapannya, santri berkebutuhan khusus di Pesantren Ainul Yakin dapat lebih mandiri, baik secara ekonomi maupun kesehatan, sejalan dengan misi pengabdian masyarakat FK UNY. (*)