MUI Panjatan Kulonprogo Safari Tarawih di Enam Masjid

Pada setiap lokasi Safari Tarawih, MUI Panjatan menyerahkan tali asih sebesar Rp 500 ribu kepada takmir masjid. 

MUI Panjatan Kulonprogo Safari Tarawih di Enam Masjid
Kiai Nandung Nurhakim memberikan ceramah pada Safari Tarawih di Panjatan, Jumat (20/2/2026). (anung marganto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Panjatan Kulonprogo memulai rangkaian Safari Tarawih Ramadan 1447 H dengan putaran pertama di Masjid Baiturrahim Desa Garongan Kapanewon Panjatan, Jumat (20/2/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan umat yang menjangkau enam masjid di wilayah Panjatan selama bulan suci. Dalam tausiyahnya, KH R Nandung Nurhakim menyatakan Ramadan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.

Dia mengingatkan jamaah agar tidak hanya fokus pada ibadah ritual tetapi juga membangun kepekaan sosial dan menjaga kerukunan. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat dan penguatan solidaritas sosial. Ramadan harus melahirkan pribadi yang lebih peduli dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Panjatan dalam sambutannya menyampaikan Safari Tarawih merupakan sarana silaturahmi ulama dengan masyarakat serta media penyampaian pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat peran masjid sebagai pusat aktivitas keumatan di tingkat kalurahan.

Tali asih

Pada setiap lokasi Safari Tarawih, MUI Panjatan menyerahkan tali asih sebesar Rp 500 ribu kepada takmir masjid. Bantuan tersebut bersumber dari iuran anggota MUI sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan operasional masjid.

Rangkaian Safari Tarawih MUI Panjatan di enam masjid itu adalah Masjid Baiturrahim Garongan, Masjid Al Fajar Jamiatul Ikhwan Ngetak Bojong, Masjid Al Magribi Pleret IX, Mushala Nurul Falah Panjatan II, Masjid Al Muttaqin Gotakan I dan Masjid Baiturrahim Kepuh Kidul Krembangan.

MUI Panjatan berharap kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial sepanjang Ramadan. (*)