Muhammadiyah dan Pemkot Yogyakarta Cetak Kader Jatayu, Tertib Sejak Dini

Kader Jatayu bukan sekadar komunitas pelajar, melainkan duta ketertiban yang membawa pesan kebaikan di sekolah maupun masyarakat.

Muhammadiyah dan Pemkot Yogyakarta Cetak Kader Jatayu, Tertib Sejak Dini
Penyematan lencana Praja Kota Yunior oleh Satpol PP Kota Yogyakarta kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya tiga bulan bersama TNI AU. (yvesta putu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kota Yogyakarta kembali mencatat sejarah penting dalam bidang pembinaan generasi muda sejak dini. Melalui program Satpol PP Berkah (Satpol PP Bergerak Bersama Sekolah), Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama TNI Angkatan Udara dan sekolah-sekolah Muhammadiyah meluncurkan Praja Kota Junior (Jatayu) sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, disiplin dan tanggung jawab sosial bagi pelajar.

Pengukuhan Jatayu berlangsung di kompleks Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan, melibatkan SD Muhammadiyah Purwodiningratan, SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir langsung melantik kader Jatayu dengan dukungan penuh pejabat Pemkot, Satpol PP, TNI, Polri dan tokoh masyarakat.

“Kader Jatayu bukan sekadar komunitas pelajar, melainkan duta ketertiban yang akan membawa pesan kebaikan di sekolah maupun masyarakat. Ini investasi jangka panjang bagi terciptanya Yogyakarta yang aman, tertib, dan berbudaya,” tegas Hasto, Sabtu (24/8/2025).

Panca Tertib

Ketua BKS Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan, Gintoro SIP, menambahkan keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademik, tetapi juga moral, disiplin dan kepedulian.

“Melalui Jatayu ini, kita berharap lahir kader utama panca tertib sekolah yang juga berperan dalam kesehatan, pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Dalam ikrar pengukuhan, para kader Jatayu berkomitmen menjaga lima ketertiban yakni tertib damija (akses sekolah lancar), tertib bangunan (stop vandalisme), tertib usaha (jajan di kantin sehat), tertib lingkungan (memilah sampah) dan tertib sosial (stop perundungan).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Drs H Akhid Widi Rahmanto, menegaskan program ini akan diperluas ke sekolah Muhammadiyah lainnya.

Akhlak karimah

Insya Allah, 62 sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta akan melanjutkan program ini. Harapannya, anak-anak tumbuh tangguh, berakhlak karimah dan mampu memberi teladan,” ujarnya.

Program Jatayu sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan, instansi pemerintahan dan aparat keamanan dalam membangun karakter generasi muda. (*)