Laba Indosat Meroket 29 Persen, Transformasi AI dan Jaringan Anti-Spam Jadi Mesin Uang Baru

Kuartal ketiga ini Indosat meluncurkan Solusi Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis platform AIvolusi5G. Inovasi ini secara langsung menjawab keresahan pelanggan akan keamanan digital, sehingga mampu mendefinisikan ulang kualitas layanan dan meningkatkan kepercayaan

Laba Indosat Meroket 29 Persen, Transformasi AI dan Jaringan Anti-Spam Jadi Mesin Uang Baru
Tower Indosat. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Laba PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meroket 29,1% pada kuartal ketiga 2025, sebuah pencapaian impresif di tengah tantangan kondisi makro. Kinerja kuat yang mencatatkan laba bersih dinormalisasi sebesar Rp1,32 triliun ini didorong oleh strategi baru perusahaan yang agresif mengadopsi Artificial Intelligence (AI) dan meluncurkan jaringan anti-spam, yang terbukti menjadi "mesin uang" baru bagi perusahaan.

Transformasi bisnis ini tidak hanya mendongkrak profitabilitas tetapi juga memperkuat fundamental bisnis Indosat secara keseluruhan.

Strategi AI dan Anti-Spam Jadi Pembeda

Di saat industri menghadapi tantangan, Indosat memilih fokus pada inovasi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. President Director and CEO Indosat, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa adopsi AI membuka perspektif baru dalam menciptakan nilai.

“Tantangan ekonomi mendorong kami untuk terus adaptif dan fokus pada hal yang paling penting, yakni pelanggan kami. Melalui transformasi berbasis AI, Indosat membuka perspektif baru,” ujar Vikram Sinha, Rabu (29/10/2025).

Langkah konkretnya, pada kuartal ketiga ini Indosat meluncurkan Solusi Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis platform AIvolusi5G. Inovasi ini secara langsung menjawab keresahan pelanggan akan keamanan digital, sehingga mampu mendefinisikan ulang kualitas layanan dan meningkatkan kepercayaan.

Langkah ini diperkuat dengan peresmian Sovereign Security Operations Center (SOC) pertama di Indonesia bersama Cisco pada Agustus lalu, sebuah inisiatif strategis untuk menjaga kedaulatan digital bangsa.

Kinerja Keuangan Tumbuh Solid

Strategi baru ini terbukti menopang kinerja keuangan secara solid. Pendapatan total perusahaan tumbuh 3,8% dibandingkan kuartal sebelumnya, mencapai Rp14,052 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh semua lini bisnis utama, termasuk seluler, MIDI, dan telekomunikasi tetap.

Kualitas pelanggan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Average Revenue Per User (ARPU) atau pendapatan rata-rata per pelanggan, naik 3,6% menjadi sekitar Rp40 ribu per bulan. Kinerja ini menopang basis 95 juta pelanggan seluler Indosat.

Jawa Tengah dan DIY Jadi Lumbung Pelanggan

Kinerja nasional yang impresif ini ditopang sangat kuat oleh performa di tingkat regional. Indosat Region Jawa Tengah & DIY tercatat sebagai penyumbang pelanggan terbesar di seluruh Indonesia dengan total 15,4 juta pelanggan.

Untuk memastikan kualitas layanan di "lumbung" utamanya, Indosat tancap gas menambah infrastruktur. Hanya dalam tiga bulan terakhir, perusahaan telah membangun hampir 550 BTS 4G baru di Jawa Tengah & DIY.

“Saat ini, Network Coverage Population (NCP) Indosat di region Jawa Tengah & DIY telah mencapai 99%. Kami berkomitmen untuk mencapai target 100% pada akhir tahun 2025,” pungkasnya. (*)