Kunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Komisi A DPRD DIY Kokohkan Tekat Berjuang Demi Bangsa Indonesia
Kita tegaskan komitmen mengedepankan kepentingan bangsa, kepentingan rakyat dan Pancasila.
KORANBERNAS.ID, JAKARTA – Ketua Komisi A DPRD DIY , Eko Suwanto, menegaskan komitmen berbangsa dan bernegara penting selalu terjaga kokoh, seperti yang dijalankan para pejuang dalam wujudkan kemerdekaan RI.
"Langkah menghikmati Pancasila butuh semangat bersama dan aksi nyata,” ujarnya pada kunjungan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol Menteng Jakarta Pusat serta Taman Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta.
Selama dua hari, Senin dan Selasa (30-31/10/2023) pimpinan dan anggota Komisi A DPRD DIY bersama jurnalis tergabung dalam Forum Wartawan DPRD DIY serta Sekretariat DPRD DIY mengadakan kunjungan ke Jakarta.
Usai diterima Kepala Badan Penghubung Daerah (Banhubda) DIY di Jakarta, Nugroho Ningsih, dipimpin langsung Eko Suwanto rombongan mengunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dilanjutkan ke Taman Proklamasi.
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto di dekat piano tempat Bung Karno menandatangani naskah proklamasi. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Didampingi Sekretaris Komisi A DPRD DIY Rany Widayati beserta anggotanya antara lain Yuni Satia Rahayu, KPH Purbodingrat, Novida Kartika Hadhi, Siti Nurjannah, Retno Sudiyanti, Christina Ari Retnaningsih dan Erlia risti, lebih lanjut Eko Suwanto mengajak pemda DIY lewat Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan untuk terus mengokohkan tekat.
“Dari Yogyakarta kita tegaskan komitmen mengedepankan kepentingan bangsa, kepentingan rakyat dan Pancasila," kata Eko Suwanto.
Menurut dia, tokoh bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta dan banyak tokoh hebat yang lain secara gagah berani menegaskan komitmen kehendak, hasrat, tekad semangat untuk Indonesia Merdeka.
Disebutkan, sesuai catatan sejarah, tokoh bangsa yang dipelopori kaum muda bersatu wujudkan Indonesia merdeka. "Komitmen mengokohkan tekad dan semangat keteladanan penting. Didahului sidang BPUPKI pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945, Bung Karno memberikan pokok pikirannya tentang Pancasila.," kata Eko Suwanto, Alumni MEP UGM itu.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Sejarah juga mencatat, lewat pertanyaan Dr Radjiman Wedyodiningrat membuat Bung Karno memberikan jawaban apa itu Pancasila. Seiring waktu, Indonesia punya Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.
"Kita melakukan kunjungan bersama media untuk menghadirkan keteladanan para pejuang kemerdekaan yang bekerja untuk kepentingan bangsa. Sampai bangsa Indonesia mendapatkan kemenangan luar biasa setelah beratus tahun dijajah," kata Eko Suwanto.
Melalui kunjungan ke museum, lanjutnya, ada pembelajaran sejarah dan jadi bagian untuk mengingatkan pentingnya penegasan komitmen menempatkan kepentingan Republik Indonesia dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan dan keluarga juga kepentingan yang lain.
"Seluruh perumus naskah Proklamasi menempatkan kepentingan bangsa Indonesia diatas segalanya. Ego pribadi dikalahkan, ego keluarga dikalahkan, demi Republik Indonesia Merdeka," tandasnya.
Plt Kepala Unit Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Harry Trisatya Wahyu, menambahkan museum tersebut merupakan cikal bakal perumusan cita-cita bersama Indonesia untuk merdeka dari penjajahan.
Pejabat asal Yogyakarta itu menjelaskan, rumah tersebut dahulu dimiliki Laksamana Takeshi Maeda yang digunakan beberapa jam oleh para tokoh untuk merumuskan naskah Proklamasi.
Laksamana Maeda merupakan kepala pengubung Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang masa itu. Di rumah milik Maeda inilah Soekarno, Mohammad Hatta dan Ahmad Soebarjo serta tokoh-tokoh bangsa lainnya merumuskan naskah proklamasi. (*)