Minggu, 09 Mei 2021,


komunitas-malioboro-tak-ingin-tsunami-covid19-terjadi-di-yogyakartaHeroe Poerwadi memberikan ceramah di hadapan Komunitas Kawasan Malioboro. (istimewa)


Warjono
Komunitas Malioboro Tak Ingin Tsunami Covid-19 Terjadi di Yogyakarta

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Komunitas Malioboro menegaskan tekadnya untuk menegakkan protokol kesehatan dan menjaga agar kawasan Malioboro khususnya serta Yogyakarta secara umum segera terbebas dari pandemi. Mereka tidak ingin gelombang tsunami Covid-19 seperti halnya di India, terjadi di Yogyakarta.


Tekad dan komitmen itu disampaikan sejumlah perwakilan komunitas Malioboro, di sela sela acara Buka Puasa Bersama dan Sosialisasi Komunitas Malioboro Sudah Divaksin, Selasa (4/5/2021). Juga digelar Deklarasi Pemulihan Ekonomi di Kawasan Malioboro oleh Komunitas Pedagang Kali Lima (PKL) Malioboro. Hadir dalam acara ini Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.


Salah satu perwakilan Komunitas Malioboro, Yati Dimanto, mengatakan seluruh pedagang dan pihak lain yang ada di Malioboro menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Untuk itu, mereka siap menjadi teladan dan contoh penerapan prokes yang diharapkan akan ditiru oleh semua orang, termasuk pelancong yang datang ke Malioboro.


"Tidak bisa kami saja. Semua harus satu sikap dan satu perilaku. Protokol kesehatan adalah harga mati," kata Yati.


Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan terjadinya tsunami Covid-19 yang terjadi di India jangan sampai terjadi di Kota Yogyakarta.


Heroe meminta agar seluruh PKL Malioboro memberi contoh tertib protokol kesehatan (Prokes) agar Malioboro sehat dan aman dari Covid-19 dapat terwujud, dan pada akhirnya masyarakat dapat berkunjung lagi Malioboro.

"Jangan sampai gelombang Covid-19 seperti di India melanda Yogyakarta," ujar Heroe.

Heroe mengapresiasi para PKL yang menyatakan agar masyarakat tidak takut datang ke Malioboro karena seluruh PKL, pengusaha dan pegawai di Malioboro sudah divaksin.

Dalam acara tersebut juga disampaikan dari Komunitas Kawasan Malioboro tentang 7 paket pemulihan ekonomi di kawasan Malioboro. Paket tersebut antara lain bahwa pemerintah bersama komunitas di kawasan Malioboro dan masyarakat, terus menerus bahu membahu menjaga protokol kesehatan.

Selain itu, pemerintah bersama komunitas dan insan pariwisata melakukan promosi secara massif bahwa Komunitas Kawasan Malioboro sudah divaksin. Juga menyampaikan pesan bahwa kawasan Malioboro adalah kawasan yang ramah bagi kesehatan, karena aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Pemerintah melakukan perbaikan dan penyempurnaan fasilitas publik yang memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung, seperti fasilitas parkir dan lainnya. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini