Minggu, 11 Apr 2021,


kapolri-dan-panglima-tni-kompak-soal-ppkm-di-diyKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi Posko PPKM mikro di Kalurahan Maguwoharjo, Jumat (19/2/2021) pagi. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Kapolri dan Panglima TNI Kompak Soal PPKM di DIY

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sama-sama mengacungi jempol penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di DIY.


Panglima TNI Hadi Tjahjanto ketika berbicara kepada media, Jumat (19/2/2021) pagi, menyebutkan adanya posko terpadu PPKM yang disiagakan di balai desa, berjalan dengan baik dan menerapkan prinsip 3 T yaitu testing, tracing dan treatment. Termasuk pemanfaatan balai desa sebagai shelter.


“Dari apa yang saya lihat dengan Bapak Kapolri, posko terpadu yang ada sistemnya sudah berjalan lancar dengan baik terkait pelaksanaan 3T. Mulai dari tracing, kontak erat kemudian dilaksanakan isolasi, baik isolasi secara terpadu atau isolasi mandiri,” ujar Hadi Tjahjanto.

Saat meninjau Posko PPKM terpadu di Balai Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Panglima TNI bahkan mengapresiasi penurunan kasus Covid-19 yang ada di wilayah tersebut pasca penerapan kebijakan PPKM berskala mikro.


“Saat ini di Desa Maguwoharjo, dari 206 RT yang masuk zona kuning ada 15 RT, tidak ada zona merahnya. Dan, kita semua optimis semua RT akan masuk zona hijau apabila kita melaksanakan tugas bersama-sama,” tutur mantan Kasau tersebut.


Senada dengan Panglima TNI, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah mendengarkan pemaparan dari perangkat Desa Maguwoharjo dan juga Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X ketika mendarat di Lanud Adisutjipto Yogyakarta, menyatakan apresiasinya atas keberhasilan PPKM skala mikro di Yogyakarta. Pendekatan yang dilakukan di DIY dinilai berhasil menurunkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.


“Kita lihat dari data yang ada memang hasilnya sangat signifikan. Artinya bagaimana perubahan dari zona merah, menjadi warna kuning dan kini banyak yang bertambah warna hijau. Tingkat positivity rate turun, walaupun tadi ada yang dilaporkan peningkatan yang meninggal, namun lebih karena komorbid,” ungkap Kapolri.

Kapolri berharap kesuksesan Yogyakarta dapat menjadi teladan bagi daerah lainnya di Indonesia. “Secara umum kami lihat bahwa PPKM mikro yang ada di Yogyakarta berjalan dengan baik. Kami melaksanakan uji sampel di kelurahan, mulai dari kelengkapan SDM-nya, kelengkapan posko, saya lihat lengkap,” papar Listyo Sigit.

Salah satu keunggulan Posko PPKM mikro di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman adalah mengintegrasikan antara ruang isolasi bagi pasien Covid-19 yang menyandang status Orang Tanpa Gejala OTG dengan fasilitas klinik atau layanan kesehatan, dapur umum, ruang baca dan bersantai, juga fasilitas pendukung lainnya dalam satu kompleks.

“Bagaimana kesadaran kita manakala ada yang terlihat atau terasa ini adalah gejala Covid, maka jangan segan bagi masyarakat untuk segera melapor sehingga bisa segera dilaksanan tracing untuk kontak erat,” tandasnya. (*)



SHARE

'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini