KAI Bandara Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Wates

Ketika masyarakat disiplin terhadap aturan di perlintasan, risiko kecelakaan bisa ditekan.

KAI Bandara Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Wates
Sosialisasi keselamatan di perlintasan Wates Kulonprogo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO – Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Semangat kolaborasi itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi keselamatan yang digelar PT Railink atau KAI Bandara di JPL 683 Stasiun Wates, Kulonprogo, Selasa (26/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, KAI Bandara menggandeng Polsek Wates, Polsuska Daop 6 Yogyakarta serta jajaran Stasiun Wates untuk turun langsung mengedukasi masyarakat dan pengguna jalan di sekitar perlintasan sebidang.

Sosialisasi dilakukan melalui pembagian flyer, stiker, gantungan kunci bertema keselamatan hingga pemasangan spanduk imbauan di area perlintasan kereta.

VP Sekretaris Perusahaan KAI Bandara, Supriyanto, Kamis (28/5/2026) mengatakan budaya keselamatan harus dibangun bersama, terutama di kawasan perlintasan sebidang yang masih rawan pelanggaran lalu lintas maupun tindakan berbahaya terhadap perjalanan kereta.

Peduli aturan

“Keselamatan harus dimulai dari diri sendiri. Ketika masyarakat disiplin dan peduli terhadap aturan di perlintasan, maka risiko kecelakaan bisa ditekan,” katanya.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak menerobos palang perlintasan serta tidak melakukan aksi pelemparan terhadap kereta api yang dapat membahayakan perjalanan dan keselamatan penumpang.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman.

“PT Railink berkomitmen untuk terus menghadirkan budaya keselamatan di lingkungan operasional maupun di masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang dan area jalur kereta api semakin meningkat,” ujarnya.

Jadi kebiasaan

Menurutnya, edukasi keselamatan tidak bisa dilakukan sekali saja, melainkan harus berkelanjutan agar tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Dia menyatakan sinergi antara petugas perkeretaapian, aparat keamanan, dan warga sekitar jalur rel menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem transportasi yang selamat dan tertib.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. KAI Bandara memastikan program serupa akan terus dilakukan di berbagai titik operasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI Bandara turut mengingatkan penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan dan memanfaatkan layanan lost and found apabila terdapat barang tertinggal.

Penumpang juga diimbau datang lebih awal ke bandara, yakni tiga jam sebelum penerbangan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik agar perjalanan berlangsung lancar. (*)