KAI Bandara DIY Siapkan 278 Ribu Kursi Selama Lebaran 2026
Jadwal pertama dari Stasiun Yogyakarta pukul 04:02 dan jadwal terakhir dari YIA pukul 21:30.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- PT KAI Bandara menyiapkan total 637.000 kursi secara nasional selama masa angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 yang berlangsung 11 hingga 30 Maret 2026. Khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kapasitas ditingkatkan secara signifikan guna mengantisipasi prediksi masuknya jutaan wisatawan ke wilayah tersebut.
Corporate Communications KAI Bandara, Sosiawan Surbakti, menjelaskan bahwa alokasi kursi untuk Yogyakarta tahun ini mencapai 278 ribu unit. Angka ini melonjak tajam dibandingkan periode tahun sebelumnya 208 ribu kursi.
"Kami mendapatkan informasi ada sekitar 8,2 juta orang yang akan berkunjung ke DIY. Karena itu, penambahan kursi kali ini cukup signifikan agar dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dan wisatawan," ujar Sosiawan, Senin (16/3/2026), di Stasiun Yogyakarta.
Meski kapasitas kursi ditambah, KAI Bandara mencatat tidak ada penambahan frekuensi perjalanan. Operasional tetap berjalan dengan 50 perjalanan per hari, dengan jadwal pertama dari Stasiun Yogyakarta pukul 04:02 dan jadwal terakhir dari YIA pukul 21:30.
Mencapai puncak
Lonjakan penumpang diprediksi akan mencapai puncaknya saat arus Mudik (18 Maret 2026) rata-rata 11 ribu penumpang per hari. Sementara arus Balik (28 Maret 2026) diperkirakan tembus 13 ribu penumpang.
Rata-rata volume harian selama masa Lebaran diprediksi berada di angka 9 ribu penumpang, naik dari hari biasa yang rata-rata hanya 7 ribu penumpang.
Menanggapi wacana perluasan layanan KA Bandara hingga ke Stasiun Maguwo, Sosiawan menyatakan pihak operator pada posisi siap sedia. Namun, keputusan final berada di tangan regulator.
"Kami melihat ini sebagai hal positif, namun kebijakan sepenuhnya ada di Kementerian Perhubungan. Kami masih membahasnya secara internal dan menunggu arahan resmi dari Kemenhub," jelasnya.
Sulit ditebak
Terkait kelancaran perjalanan, KAI Bandara memberikan imbauan keras bagi penumpang untuk mengantisipasi kemacetan jalan raya di Yogyakarta yang sulit ditebak.
Penumpang domestik diminta tiba di stasiun dua jam lebih awal, sementara penumpang internasional disarankan tiga jam lebih awal.
Selain itu, penumpang diingatkan untuk menjaga barang bawaan secara mandiri. Meski kehilangan bukan tanggung jawab perusahaan, petugas frontliner di area stasiun siap membantu koordinasi jika terjadi kendala atau kehilangan barang di area stasiun. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
