Juru Parkir TKP Ngabean Deklarasi Menolak Praktik “Nuthuk”

Bagian dari upaya menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta saat liburan panjang.

Juru Parkir TKP Ngabean Deklarasi Menolak Praktik “Nuthuk”
Para juru TKP Ngabean, Senin (16/3/2026), deklarasi menolak praktik tarif parkir nuthuk. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean dipersiapkan menjadi salah satu titik utama parkir bus pariwisata selama libur Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026. Mengantisipasi lonjakan kendaraan wisata tersebut, para juru parkir (jukir) di kawasan itu mendeklarasikan komitmen pelayanan ramah wisatawan dan menolak praktik nuthuk.

Deklarasi yang digelar Senin (16/3/2026) diikuti oleh paguyuban jukir TKP Ngabean dan disaksikan unsur Pemerintah Kota Yogyakarta serta kepolisian. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta saat liburan panjang.

Perwakilan Juru Parkir TKP Ngabean, Anton Wahyudi, mengatakan pihaknya akan meningkatkan pelayanan seiring dengan perubahan pengaturan parkir bus pariwisata di kawasan pusat kota.

Pria yang akrab disapa Pongge itu menjelaskan, TKP Ngabean akan menjadi salah satu lokasi parkir utama bus wisata setelah adanya pembatasan parkir bus di TKP Senopati. Karena itu, para jukir melakukan persiapan ekstra untuk menghadapi lonjakan kendaraan.

Merasa nyaman

“Bus wisata akan banyak diarahkan ke sini, kami harus benar-benar siap. Kami ingin wisatawan merasa aman dan nyaman saat parkir di Ngabean,” ujarnya di sela kegiatan deklarasi.

Sebanyak 20 hingga 21 juru parkir akan dikerahkan selama masa libur Lebaran untuk mengatur kendaraan yang masuk ke kawasan parkir tersebut. Selain mengatur lalu lintas kendaraan, para jukir juga diminta menjaga sikap dan memberikan pelayanan yang ramah kepada wisatawan.

Pongge menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota paguyuban, khususnya praktik pungutan parkir berlebihan atau “nuthuk”. Dia bahkan memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada jukir yang terbukti melanggar.

“Langsung kami singkirkan dari ketugasan. Jika ketahuan, rompi langsung diambil dan langsung saya keluarkan,” tegasnya.

Semua sahabat

Dia mengingatkan seluruh jukir agar menjaga sikap selama bertugas, termasuk tidak bersikap kasar kepada pengunjung maupun melakukan tindakan yang merusak citra pariwisata Jogja.

“Supaya rekan-rekan bisa menjaga diri, terutama kepada para pengunjung. Jadikan semuanya sahabat,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menilai peran juru parkir sangat penting dalam menciptakan kesan pertama bagi wisatawan yang datang ke kota ini. Dia meminta para jukir mengedepankan budaya pelayanan 3S, yakni senyum, sapa dan salam.

Menurutnya, pengawasan terhadap petugas parkir akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik selama musim libur Lebaran.

Menjaga citra

“Saya tekankan bukan semata-mata tarif yang menjadi perhatian kami, tetapi bagaimana sikap perilakunya. Kadang bukan soal uangnya, tapi perilakunya yang membuat orang tidak nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit II Dit Intelkam Polda DIY Kompol Leo Nisya Sagita menyatakan pihaknya juga akan merangkul para juru parkir agar bersama-sama menjaga citra pariwisata Yogyakarta.

Dia mengingatkan perilaku negatif di sektor parkir dapat berdampak luas terhadap citra daerah, terutama jika menjadi viral di sosial media. “Kalau sampai viral, bisa berdampak pada penurunan wisatawan di Jogja. Jangan sampai itu terjadi,” katanya. (*)