Situasi Berubah setelah Peresmian KDMP

Barang dagangan yang kami kelola sebelumnya harus disingkirkan.

Situasi Berubah setelah Peresmian KDMP
Para Ketua KDMP yang tergabung dalam Forum KDMP Purworejo saat audiensi dengan Stranas PK. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORBANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Sebanyak 52 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah diresmikan secara serentak oleh Presiden RI pada 16 Mei 2026.

Ketua KDMP Dukuhrejo M Reza Lukman H SH MM CMA, langsung mengaktifkan koperasi desa setempat. KDMP beroperasi dengan menyediakan kebutuhan warga desa dan berjalan dengan baik.

KDMP Dukuhrejo tersebut merupakan KDMP percontohan. Pada 17 Oktober 2025 melakukan peletakan baru pertama, 5 November 2025 mulai pembangunan dan 5 Januari 2026 selesai pembangunan KDMP yang terletak di RT 2  RW 1 Desa Dukuhrejo.

"Selam 4 bulan omzet kami baik, per bulan mencapai Rp 80 juta, selama 5 bulan total Rp 400 juta. Melihat hasil yang baik warga semakin percaya, anggota sebelumnya berjumlah sekitar 150 orang berkembang menjadi 280," jelasnya saat audensi dengan Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) di gedung KDMP desa setempat, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, situasi berubah setelah peresmian KDMP dan PT Agrinas menyuplai barang dagangan. Sebelumnya pemerintah telah mengangkat karyawan KDMP, mulai bekerja sejak peresmian 16 Mei 2026.

"Dengan masuknya produk dari PT Agrinas, barang dagangan yang kami kelola sebelumnya harus disingkirkan. Dalam gerai terpajang produk dari Agrinas ditangani oleh para karyawan bentukan pemerintah. Dan ternyata karyawan KDMP tersebut sampai saat ini belum mendapat gaji. Karyawan tersebut merasa kecewa dan memutuskan resign atau mengundurkan diri," jelas Reza yang juga Bendahara Forum KDMP Purworejo itu.

Dia menambahkan produk yang tersedia di KDMP yang dikelolanya berupa pupuk subsidi, kemitraan dengan Samsat Budiman Kabupaten Purworejo, kemitraan es krim dengan joyday dan kemitraan dengan Bulog terkait minyak subsidi merek minyakkita dan beras SPHP.

Jika situasi tidak menjadi baik pihaknya akan membuat KDMP sendiri. "Kami ingin menyewa gedung untuk KDMP sendiri," katanya.

Dana pribadi

Abdul Wahab Setiawan selaku Ketua Forum KDMP Purworejo mengatakan dalam proses pendirian KDMP pihaknya sebagai pengurus sudah mengeluarkan dana pribadi.

"Saat rak-rak didatangkan oleh PT Agrinas, kami merangkainya dengan biaya pribadi. Juga saat kami dipanggil Kodim untuk mengambil barang dagangan dari siang hingga dini hari, kami juga dengan biaya sendiri," sebutnya.

Abdul Wahab mengatakan dengan KDMP dikuasai PT Agrinas dikhawatirkan menurunkan kepercayaan masyarakat, khawatir tidak mendapatkan SHU. "Kami bingung, teman-teman pengurus banyak memberikan masukan, ide positif dan semangat. Namum melihat 52 KDMP yang telah diresmikan, pelaksanaannya banyak menyakiti teman-teman," ujarnya dalam audensi tersebut.

Hadir dalam audensi tersebut Didik Mulyanto selaku Koordinator Harian Stranas PK dan tim, Tim ATR BPN, Tim Semen Indonesia, Kemenkop dan Kementerian Dalam Negeri. Mereka diterima Kepala Dinas KUKMP, Camat Bayan dan Kades Dukuhrejo.

Kedatangan Stranas PK ke Purworejo untuk memantau keberadaan lahan KDMP, namun pihaknya juga mengakomodir keluhan yang ada untuk diluruskan.

Didik Mulyanto menanggapi keluhan Ketua KDMP Dukuhrejo yang akan menyewa gedung untuk KDMP-nya. "Gedung KDMP ini milik desa, anggaran pembangunan menggunakan dana desa dan desa harus mengangsur selama enam tahun. Sebaiknya gunakan saja gedung ini tidak perlu menyewa," ujar Didik didampingi Muhammad Isro.

Dia menambahkan persoalan yang dikeluhkan di Purworejo juga muncul di daerah lain. 'Kami menerima keluhan dari pengurus KDMP Purworejo untuk kami bantu meluruskan," jelas Didik. (*)