Jenazah Pekerja Migran Diperkirakan Sampai Kebumen Sabtu

Pemkab Kebumen bersama Balai Besar Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jateng dan DIY akan menjemput jenazah PMI itu di YIA.

Jenazah Pekerja Migran Diperkirakan Sampai Kebumen Sabtu
Petugas BPPMI Jateng, Dinas Tenaga Kerja dan Perwakilan Migran Care saat mengunjungi rumah keluarga Sri Rahayu. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Arjosari, Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen yang meninggal di Prefektur Hokkaido Jepang karena penganiayaan direncanakan sampai di Kebumen Sabtu (13/6/2026) siang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen Cokroaminoto yang mengutip informasi dari Kedutaan Indonesia di Jepang menjelaskan, jenazah Sri Rahayu (21) PMI dengan status Specialis Skilled Worker (SSB) diberangkatkan menggunakan pesawat terbang dari Tokyo, Jumat (12/6/2026).

Rute pesawat terbang pembawa jenazah Sri Rahayu yaitu Tokyo - Denpasar - Yogyakarta International Airport (YIA).

"Pemkab Kebumen bersama Balai Besar Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jateng dan DIY akan menjemput jenazah PMI di YIA besok Siang," kata Cokroaminoto, Jumat (12/6/2026).

Hubungan asmara

Informasi dari Kedutaan Indonesia di Jepang menyebutkan, insiden penganiayaan Sri Rahayu terjadi Rabu (4/6/2026) dengan terduga pelaku MAL (27) PMI dengan status pekerja paruh waktu asal Bekasi, diduga berlatar belakang asmara.

Korban dan terduga pelaku pernah menjalin hubungan asmara.

Di tempat kejadian penganiayaan, selain korban, ada korban lainnya yaitu LSR (20) PMI asal Sragen yang bekerja satu perusahaan dengan Sri Rahayu. Seorang polisi Jepang juga mengalami luka tusukan. (*)