Jembatan Pandansimo Batal Dibuka untuk Arus Mudik

Kondisi JJLS yang kini banyak lubang berbahaya sudah ditambal terutama ruas Ngremang Karangsewu hingga Jembatan Srandakan 2. 

Jembatan Pandansimo Batal Dibuka untuk Arus Mudik
Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kulonprogo dan Bantul urung dibuka sebagai Jalur alternatif Lebaran 2025. (istimewa)

KORANBERNAS.ID,  KULONPROGO -- Jembatan Pandansimo yang menghubungkan wilayah Kulonprogo dengan Bantul di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) batal dibuka untuk lalu lintas arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H.

Selain karena proyek itu finishingnya belum selesai juga belum dilengkapi lampu jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Jembatan Pandansimo dinyatakan belum siap untuk dilintasi kendaraan pemudik atau balik Lebaran 2025.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Ariadi,  Jumat (21/3/2025), menyatakan hasil penilaian pemilik proyek Jembatan Pandansimo belum siap digunakan. Arus lalu lintas pemudik yang melintasi JJLS akan diarahkan tetap melintasi Jembatan Srandakan 2.

Para pemudik diminta mengambil arah kiri setelah melintasi Jembatan Ngremang Karangsewu Galur Kulonprogo dan melintasi Jembatan Srandakan 2 untuk masuk Kabupaten Bantul.

Dua kilometer

Untuk mencegah pemudik tidak menggunakan Jembatan Pandansimo, dua kilometer dari lokasi proyek terdapat papan informasi.

“Papan itu diletakkan di Simpang Tiga Ngremang, Karangsewu, Galur, Kulonprogo atau sekitar dua kilometer dari Jembatan Pandansimo,” ujar Ariadi.

Langkah itu diambil untuk mengatasi antusiasme pemudik yang akan melintasi Jembatan Pandansimo. Kondisi JJLS yang kini banyak lubang berbahaya sudah dilakukan penambalan terutama di ruas Ngremang Karangsewu, hingga Jembatan Srandakan 2.

Soal masih gelapnya ruas tersebut, Ariadi menyatakan belum mampu mengoptimalkan penerangan jalan umum (PJU).

Hati-hati

JJLS ruas Jangkaran-Underpass YIA telah memiliki PJU yang optimal, sementara Ruas Underpass YIA-Brosot memiliki penerangan yang kurang optimal.

Ariadi mengimbau pemudik yang melintasi JJLS lebih hati-hati dan tidak berkecepatan tinggi. (*)