Jembatan Jatra Winongo Sleman Diresmikan

pembangunan infrastruktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Jembatan Jatra Winongo Sleman Diresmikan
Peresmian jembatan Jatra Winongo yang menghubungkan Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran di wilayah Kalurahan Sinduadi Mlati Sleman, Kamis (16/4/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan jembatan Jatra Winongo yang menghubungkan Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran di wilayah Kalurahan Sinduadi Mlati, Kamis (16/4/2026). Peresmian tersebut menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur.

Bupati mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Tanpa konektivitas yang baik, tidak akan ada distribusi yang efisien.

"Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perencana, pelaksana hingga dukungan masyarakat. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong, pembangunan seperti ini tidak akan dapat terwujud dengan baik," kata Harda.

Dalam kesempatan tersebut Harda berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sinduadi. “Kita ingin akses menjadi lebih mudah, waktu tempuh menjadi lebih efisien, biaya logistik dapat ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata bupati.

Pertumbuhan ekonomi

Menurutnya, jembatan ini juga diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat konektivitas antar wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Lurah Sinduadi, Senen Hariyanto, menyatakan pembangunan jembatan Jatra Winongo bertujuan meningkatkan konektivitas antar dua wilayah, yaitu Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran, mempermudah mobilitas barang dan jasa yang ada di wilayah Kalurahan Sinduadi dan meningkatkan akses ekonomi dan pendidikan bagi warga masyarakat.

Selain itu, pembangunan jembatan ini juga didasarkan pada urgensi. Kondisi jembatan sebelumnya rusak parah dan menghambat serta membahayakan aktivitas masyarakat.

Proyek pembangunan jembatan berlangsung dua tahap tahun 2025 dan 2026 dengan menghabiskan anggaran Rp 1,6 miliar berasal dari dana APBkal 2025 - 2026.

Pengawasan teknis

"Untuk tahun 2025 meliputi perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED), kemudian pengawasan teknis dan pelaksanaan konstruksi tahap satu berupa fondasi tumpuan jembatan sampai dengan gelagar lantai," ungkapnya.

Tahap kedua meliputi akses jembatan untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan diharapkan kendaraan roda empat (mobil kecil) dapat lewat, kecuali kendaraan truk. (*)