INACRAFT Festival 2026 Jadi Etalase Kerajinan Indonesia ke Pasar Global
Diikuti ratusan exhibitor dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari 10 negara.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 yang dibuka Rabu (15/7/2026), di Jogja Expo Center. Mengusung tema Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia, festival ini diproyeksikan menjadi etalase terbesar produk kerajinan Indonesia sekaligus memperkuat akses pasar ekspor melalui pertemuan langsung antara perajin, pelaku UMKM dan buyer mancanegara.
Penyelenggaraan festival yang digagas Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama PT FERACO itu diikuti ratusan exhibitor dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari 10 negara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Kamboja, India, Oman, Uzbekistan, Jepang, Inggris dan Australia.
Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan mengatakan INACRAFT Festival 2026 dirancang tidak sekadar menjadi pameran produk melainkan platform terpadu yang memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional melalui promosi, kolaborasi, edukasi dan transaksi bisnis.
"Festival ini mempertemukan perajin, UMKM, desainer, buyer, investor, komunitas kreatif, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang mendorong pertumbuhan industri kerajinan Indonesia," ujarnya.
Project Officer ASEPHI Emirita LN Pratiwi menjelaskan festival terdiri tiga program utama yakni Festival Program, Business Program dan Education Program.
Sementara Business Program menjadi ruang bertemunya exhibitor dengan buyer melalui business matching, buyers program, business networking dan Craft Connect untuk mendorong terjadinya transaksi dagang dan kerja sama jangka panjang.
Adapun Education Program diisi talkshow, creative forum, workshop, demonstrasi produk, serta Craft Corner yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada pengunjung.
Produk yang dipamerkan mencakup home decor, fesyen, aksesori, tekstil, perhiasan, furniture, suvenir, hingga berbagai produk kreatif berbasis kearifan lokal yang telah melalui proses kurasi.
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari Bank Mandiri. Regional CEO Bank Mandiri Region VII Jawa 2, Iwan Tri Imawan, mengatakan pihaknya memberikan solusi transaksi digital serta akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.
"Bank Mandiri ingin memastikan pelaku UMKM memiliki kemudahan transaksi sekaligus akses pembiayaan untuk mengembangkan produksi, inovasi dan ekspansi pasar, termasuk pasar ekspor," katanya.
Filosofi Jawa
Sementara itu, Direktur Utama PT FERACO Ruslim memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan telah rampung, mulai dari penataan area pameran, registrasi pengunjung, hingga sistem operasional acara.
Dalam sambutannya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai tema Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia merefleksikan filosofi Jawa yang mengajarkan pentingnya menjaga dan memperindah keharmonisan dunia.
Menurut Sultan, nilai tersebut selaras dengan proses lahirnya karya kerajinan yang dibangun melalui ketelitian, kesabaran, serta penghormatan terhadap material dan tradisi. Filosofi itu juga menjadi fondasi bagi terbangunnya harmoni antarbangsa melalui perdagangan dan pertukaran budaya.
Sultan memberikan apresiasi kepada ASEPHI atas konsistensinya menyelenggarakan INACRAFT selama 25 tahun serta menegaskan komitmen Pemerintah Daerah DIY untuk terus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi unggulan kerajinan, budaya dan pariwisata dunia.
Dia menambahkan penyelenggaraan INACRAFT sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
"Kepada seluruh delegasi mancanegara, saya ucapkan selamat datang di Yogyakarta. Semoga kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi dagang, tetapi juga pengalaman budaya yang bermakna. Kepada seluruh perajin Indonesia, teruslah berkarya karena karya tangan Saudara merupakan representasi wajah bangsa di mata dunia," ujar Sultan.
Targetnya, INACRAFT Festival 2026 dikunjungi belasan ribu pengunjung yang terdiri atas buyer profesional, pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, wisatawan domestik dan mancanegara hingga masyarakat umum.
Selain menjadi ruang transaksi bisnis, festival ini diharapkan memperluas pasar produk kerajinan Indonesia sekaligus memperkuat posisi industri kreatif nasional di tingkat global. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
