Harkopnas ke-79 Diperingati, Koperasi Digital Penggerak Ekonomi Rakyat

Saatnya koperasi meninggalkan stigma sebagai organisasi yang lambat dan kurang adaptif terhadap perkembangan zaman. 

Harkopnas ke-79 Diperingati, Koperasi Digital Penggerak Ekonomi Rakyat
Potong tumpeng menandai Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Kabupaten Sleman, Rabu (15/7/2026), di Monumen Jogja Kembali. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya memperkuat koperasi sebagai pilar utama penggerak ekonomi rakyat dengan mendorong transformasi menuju koperasi yang modern, profesional dan berbasis digital.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Kabupaten Sleman yang digelar di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Rabu (15/7/2026).

Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Makwan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi, mulai dari pengurus, pengawas, pengelola, hingga para pegiat koperasi yang selama ini terus menjaga eksistensi dan mengembangkan koperasi di tengah berbagai tantangan.

Menurutnya, Peringatan Hari Koperasi menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat sinergi, kolaborasi dan solidaritas dalam gerakan koperasi di Kabupaten Sleman.

"Koperasi tidak hanya menjadi sebuah bentuk badan usaha, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Makwan.

Pemkab Sleman menilai koperasi memiliki peran strategis sebagai instrumen utama memperkuat ekonomi rakyat. Ke depan, koperasi diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, mulai dari ketahanan pangan, pengembangan ekonomi desa, pemberdayaan UMKM, hingga mendorong hilirisasi industri dan transformasi digital.

Struktur ekonomi

Hal tersebut selaras dengan tema Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026 yakni Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui gerakan nyata yang memperkuat struktur ekonomi masyarakat.

Makwan menambahkan sudah saatnya koperasi meninggalkan stigma sebagai organisasi yang lambat dan kurang adaptif terhadap perkembangan zaman. Koperasi masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, hingga berbagai platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Transformasi tersebut juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda, petani milenial, nelayan, pelaku UMKM, pekerja kreatif, hingga startup lokal agar menjadikan koperasi sebagai wadah usaha yang kompetitif di era digital.

Melalui momentum Harkopnas ke-79, Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak seluruh insan koperasi membangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

"Marilah kita jadikan peringatan Hari Koperasi ke-79 sebagai momentum memperkuat gerakan koperasi Indonesia dengan menjaga semangat gotong royong, memperkuat solidaritas, meningkatkan tata kelola dan memperluas kolaborasi," papar Makwan.

Acara kali ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta, para pengurus dan pengelola koperasi, serta perwakilan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari seluruh wilayah Kabupaten Sleman. (*)