Hanya Orang Meninggal yang Tidak Diurus Kemenduk Bangga

Target Genting di Kabupaten Klaten tahun 2025 ada 4.612 anak asuh, terealisasi 7.349 atau 159,35 persen.

Hanya Orang Meninggal yang Tidak Diurus Kemenduk Bangga
Ketua Tim Kerja Bina Daerah serta Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Kemenduk Bangga Jawa Tengah, Dr Nasri Yutiningsih. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Ketua Tim Kerja Bina Daerah serta Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Kemenduk Bangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Provinsi Jawa Tengah, Dr Nasri Yutiningsih SE MM, mengapresiasi pelaksanaan Rakor Evaluasi Program Genting Kabupaten Klaten tahun 2026, Kamis (4/6/2026).

Ini karena rakor yang berlangsung di pendopo pemkab itu dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten Ny Fahrani Hamenang dan seluruh stakeholder yang terlibat langsung dalam Program Genting di Kabupaten Klaten.

Bahkan capaian program Genting di Kabupaten Klaten tahun 2025, kata dia, berhasil dengan luar biasa. Itu ditandai dengan target yang terlampaui dan meningkatnya target di tahun 2026.

"Target Genting di Kabupaten Klaten tahun 2025 ada 4.612 anak asuh dan terealisasi 7.349 anak asuh atau capaiannya 159,35 persen. Sedangkan target 2026 sejumlah 6.046 anak asuh. Target yang sudah dilakukan Kabupaten Klaten luar biasa," kata Dr Nasri.

Peluang bonus

Meski demikian, kata dia, yang paling penting sekarang adalah tantangan dan bonus demografi. Bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang bonus itu.

Di bidang pembangunan keluarga (Bangga), beberapa hal yang menjadi perhatian seperti pernikahan dini atau pernikahan anak, kesehatan ibu dan anak, peran ayah, stunting, peningkatan kualitas lansia (lanjut usia).

"Jadi kementerian kita itu (Kemenduk Bangga) menangani dari mulai bayi dalam kandungan atau prepare-nya catin (calon pengantin), bayi dalam kandungan, bayi lahir, baduta (bayi umur sampai dengan dua tahun), balita (bayi berumur sampai dengan lima tahun), generasi berencana sampai dengan menikah. Yang tidak diurus hanya orang meninggal," ujarnya.

Nasri menambahkan, jumlah keluarga di Jawa Tengah ada 11.086.480, Pasangan Usia Subur (PUS) 5.921.904, keluarga dengan Kepala Keluarga Perempuan 2.030.996, keluarga memiliki anak usia 0-22/3 bulan 501.903, keluarga yang memiliki anak usia 24-59 bulan 1.282.930, keluarga yang memiliki anak usia 10-24 tahun 6.059.193 dan keluarga yang memiliki individu usia diatas 60 tahun 4.211.364. Jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) atau kategori desil-1 di Jawa Tengah juga masih banyak.

Bahan advokasi

Kondisi inilah yang menjadi bahan advokasi bersama mengapa program Genting tidak menggantungkan dari APBN maupun APBD.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE, menyampaikan sasaran program Genting adalah ibu hamil, ibu menyusui dan bayi usia sampai dengan 2 tahun (baduta). Yang diintervensi program Genting adalah nutrisi dan non nutrisi siap saji setiap hari selama 6 bulan berturut-turut senilai Rp 15 ribu, bantuan air bersih, jambanisasi.

Pada tahun 2026 ada bantuan pemberdayaan ekonomi keluarga, seperti bantuan ayam, lele, ayam petelur dengan harapan bisa berkelanjutan dan dimanfaatkan gizinya oleh keluarga tersebut. (*)