Hanung Raharjo Pimpin PDI Perjuangan Bantul, Pendukung Joko Purnomo Protes

Kami protes atas tidak terpilihnya kembali Bapak Joko Purnomo sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul.

Hanung Raharjo Pimpin PDI Perjuangan Bantul, Pendukung Joko Purnomo Protes
Spanduk protes pendukung Joko Purnomo dalam Konfercab PDI Perjuangan Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bantul dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di Sleman City Hall, Sabtu (6/12/2025) pagi dan berakhir malam. Sedangkan Sekretaris DPC PDIP Bantul, Rajut Sukasworo dan Bendahara Edy Sumarmi.

Konfercab Kabupaten/Kota se DIY digelar bersamaan dengan Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan DIY. Usai pembacaan keputusan Konfercab, para pendukung Joko Purnomo yang merupakan Ketua DPC PDIP Bantul periode sebelumnya melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk di depan ruang Konfercab. Spanduk bertuliskan "Kader Berprestasi Dikalahkan Uang & kepentingan. LAWAN!!!".

Sehari sebelumnya di DPC PDI Perjuangan Bantul juga ada pernyataan dukungan dari berbagai elemen partai agar Joko Purnomo memimpin Kembali.

Salah seorang kader pendukung Joko Purnomo yang juga ketua DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Bantul, Sumantoro, tegas menolak hasil Konfercab.  Repdem adalah sayap partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Banyak kemajuan

"Kami protes atas tidak terpilihnya kembali Bapak Joko Purnomo sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul. Selama memimpin banyak kemajuan yang didapat. Di antaranya suara partai naik. Jumlah kursi di DPRD Bantul juga bertambah dari 11 menjadi 12 kursi," katanya.

Kenaikan suara pemilu 2024 di DIY hanya terjadi di Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Selama dipimpin Joko Purnomo, kantor DPC PDIP Bantul juga dibangun dan diperluas ditambah pengadaan mobil Satgas dan ambulans Baguna.

"Saat menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul, setiap seminggu sekali minimal dua hari Pak Joko selalu datang ke DPC. Untuk programnya P2MK dibagikan merata ke semua PAC ranting untuk didistribusikan ke wilayah masing-masing," katanya.

Joko Purnomo juga dikenal sebagai kader PDIP militan yang berjuang puluhan tahun di PDIP sejak menjadi pengurus tingkat desa/kalurahan. Kematangan ideologinya juga tidak perlu diragukan.

Banyak prestasi

"Masih banyak prestasi dan rekam jejak lain yang sangat bagus. Maka kenapa tidak menjabat lagi? Kami sebenarnya sudah berkirim surat ke DPP PDIP pada awal Desember 2025 lalu yang intinya agar mempertimbangkan banyak hal dalam penentuan ketua DPC PDIP Bantul. Dan kami mendukung Pak Joko," kata Sumantoro.

Terkait kekalahan pasangan Joko Purnomo-Rony Indra Wijaya (Joko-Rony) dalam Pilkada 2024, menurut Sumantoro, karena selaku ketua tim pemenangan Joko-Rony yakni Hanung Raharjo tidak bekerja secara maksimal.

Hal ini terlihat dari indikasi kekalahan pasangan Joko-Rony di daerah pemilihan (Dapil) Hanung Raharjo. Untuk Kapanewon Pleret pasangan Joko Rony mengantongi 41 persen suara atau 11.541 suara dan kalah dari Pasangan Halim-Aris dengan 13.073 suara atau 46 persen.

Lalu, di Kapanewon Imogiri pasangan Joko-Rony mendapat 17.173 suara (45 persen) kalah dari pasangan Halim-Aris yakni 17.377 suara (46 persen). "Maka melihat hal tersebut kami Repdem menolak saudara Hanung Raharjo sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Bantul," tegasnya. (*)