Hamam Mutaqim Pimpin KONI Kulonprogo

Prestasi tidak selalu ditentukan besarnya dana.

Hamam Mutaqim Pimpin KONI Kulonprogo
Ketua Umum KONI DIY Paku Alam X memberikan sambutan. (anung marganto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kulonprogo, Hamam Mutaqim sebagai Ketua Umum KONI Kulonprogo.

Forum tertinggi organisasi olahraga tersebut sekaligus menegaskan arah baru pembinaan prestasi daerah yang menitikberatkan pada efisiensi anggaran, tata kelola profesional dan visi jangka panjang.

Musorkab yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, KONI DIY, serta seluruh cabang olahraga ini berlangsung dalam suasana konsolidatif. Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengapresiasi capaian kontingen Kulonprogo pada Porda DIY 2025 yang menempati peringkat kelima meski dengan dukungan anggaran terbatas.

Menurut bupati, prestasi tersebut justru menjadi bukti efisiensi penggunaan anggaran berjalan sangat efektif. “Prestasi tidak selalu ditentukan besarnya dana. Dengan pengelolaan yang disiplin dan tepat sasaran, Kulonprogo mampu menunjukkan hasil,” ujarnya.

Fasilitas UNY

Soal keterbatasan venue latihan dan pertandingan, lanjut dia, selama ini banyak memanfaatkan fasilitas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Agung berharap ke depan ada dispensasi biaya bahkan memungkinkan penggunaan tanpa sewa demi mendukung pembinaan atlet daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyatakan KONI Kulonprogo terbukti mampu mencetak atlet berprestasi, tidak hanya di tingkat DIY tetapi juga nasional. Dia menilai Musorkab sebagai momentum strategis memilih kepengurusan yang visioner dan berani menatap persaingan olahraga hingga level dunia. “Olahraga prestasi ke depan menuntut kepemimpinan yang punya visi jauh ke depan, berbasis pembinaan jangka panjang dan tata kelola modern,” kata Paku Alam X.

Sedangkan Hamam Mutaqim menyatakan kepengurusan baru akan langsung bekerja dengan fokus pada penguatan pembinaan prestasi atlet, konsolidasi organisasi serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas. “Target kami jelas. Prestasi berkelanjutan, organisasi rapi dan atlet Kulonprogo mampu bersaing di tingkat DIY, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Menurut dia, Musorkab menjadi penanda awal konsolidasi besar KONI Kulonprogo untuk menjawab tantangan olahraga prestasi yang semakin kompetitif. Ini sekaligus menegaskan komitmen daerah membangun olahraga tidak sekadar berbasis anggaran, tetapi berbasis visi dan keberlanjutan. (*)