Hadiri HUT ke-55 IKG, Gubernur Banten Andra Soni Memuji Kekompakan Warga Gunungkidul

Kekompakan warga Gunungkidul salah satunya adalah menjadikan saya Gubernur Banten.

Hadiri HUT ke-55 IKG, Gubernur Banten Andra Soni Memuji Kekompakan Warga Gunungkidul
Perayaan HUT ke-55 Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), Sabtu (13/12/2025), di CBD Mall Ciledug Provinsi Banten. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTEN -- Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) bekerja sama dengan Badan Penghubung Daerah (Banhubda) DIY, Sabtu (13/12/2025) di CBD Mall Ciledug, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55. Gubernur Provinsi Banten Andra Soni beserta istri datang dan memberikan pujian atas kekompakan warga Gunungkidul.

 “Angka 55 tahun telah menunjukkan contoh yang luar biasa tentang pentingnya identitas budaya, saling membantu dan gotong royong dalam kehidupan sosial sehari-hari. Kekompakan warga IKG telah memberikan kontribusi positif dalam kehidupan masyarakat sekitar maupun menjaga nilai-nilai budaya asal Gunungkidul,” katanya.

Andra Soni menyatakan perayaan HUT ke-55 IKG bukan sekadar momentum untuk bersukacita tetapi juga merenungkan kenbali perjalanan panjang yang telah dilalui, serta menguatkan tekad untuk terus berkontribusi dalam kemajuan daerah di Banten maupun wilayah asalnya di Gunungkidul.

Dia juga mengapresiasi pengurus yang telah aktif berkiprah dalam kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan, semoga semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan menular kepada generasi berikutnya.

Jadi gubernur

HUT IKG dapat memperkokoh persatuan dan meningkatkan peran aktif dalam pembangunan masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut seyogianya dapat dijadikan sebagai upaya memupuk nilai-nilai kekeluargaan sebagai pijakan dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kekompakan warga Gunungkidul salah satunya adalah menjadikan saya Gubernur Banten. Ini namanya solidaritas sesama perantau. Keluarga besar Gunungkidul selalu menjadi tokoh di lingkungannya masing-masing.Selalu mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat di lingkungannya masing-masing. Baik di masjid, baik di mushala maupun di kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Maka saya merasa berdosa dan rugi seandainya saya tidak bisa hadir di tengah-tengah keluarga besar Gunungkidul di Jabodetabek," kata Andra Soni.

Menurut dia, banyak hal lain yang diajarkan masyarakat Gunungkidul, salah satunya bahagia kapan saja. “Caranya apa, dengarkan Campursari. Warga Gunungkidul adalah petarung dan pejuang, walau sukses di Jakarta tetap tak lupa kampung halaman. Jati diri kita kita adalah gotong royong, dan itu diperlihatkan oleh warga Gunungkidul,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni bersama jajaran pengurus IKG menyuguhkan penampilan dengan menyanyikan lagu populer dari Alm Didi Kempot berjudul Sewu Kutha.

Dua tahap

Perayaan HUT IKG terbagi dua tahap. Tahap pertama berlangsung siang diikuti lebih dari 1.000 peserta perwakilan pengurus dan anggota dari 18 Koordinator Kapanewon IKG serta 7 Koordinator Wilayah (Korwil) IKG di Jabodetabek. Ditampilkan Campursari dari Paguyuban Seniman IKG (PS IKG) dan lebih dari 40 UMKM yang menyediakan kuliner hingga kerajinan khas Gunungkidul.

Hadir dalam kegiatan siang itu Ketua Umum IKG, Eddy Sukirman beserta jajaran pengurus, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih beserta Jajaran, anggota DPRD Tangerang Lisiawati Lase yang juga warga Gunungkidul serta ribuan diaspora Gunungkidul di Jabodetabek.

Tahap kedua sebagai puncak acara HUT ke-55 IKG dilaksanakan malam harinya yang menampilkan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wirata Parwa.

Ketua Panitia HUT ke-55 IKG, Sulardi yang juga Ketua 2 IKG menyampaikan lakon Wirata Parwa merupakan bagian ketiga dari kisah Astha Dasa Parwa dalam epos Mahabharata. Lakon ini menceritakan periode penyamaran para Pandawa setelah mereka kalah main dadu dan menjalani hukuman pembuangan selama 12 tahun, ditambah satu tahun penyamaran yang tidak boleh ketahuan.

Pikul kebersamaan

"Lakon Wirata Parwa memiliki makna filosofis yang mendalam mengenai pentingnya menepati janji, kesetiaan dan menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran serta kewaspadaan dalam menghadapi cobaan," jelas Sulardi.

Dia menjelaskan HUT ke-55 IKG tidak akan terlaksana tanpa guyub rukun diaspora Gunungkidul di Jabodetabek, saling memikul kebersamaan, juga dukungan dari ragam stakeholder mulai dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Provinsi Banten dan 18 Kapanewon serta 7 Korwil IKG yang memiliki tugas utama melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah di Jabodetabek.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya memakai bahasa Jawa Krama Inggil dan menyampaikan HUT IKG ini sekaligus syukuran Gubernur Provinsi Banten Andra Soni. IKG telah mengirimkan perwakilan untuk melakukan berbagai kegiatan di Kabupaten Gunungkidul, antara lain upaya mengurangi pengangguran.

“Beberapa waktu lalu melalui Ketua 5, Suyanto dan tim serta saya sendiri ikut turun melakukan rekrutmen lulusan SMK di Kabupaten Gunungkidul untuk disalurkan bekerja. Dan hasilnya sebanyak 1.300 lulusan SMK di Gunungkidul berhasil bekerja di perusahaan di Jakarta dan Kendal,” kata bupati.

Salurkan CSR

Bupati menyampaikan, bertepatan dengan perayaan HUT RI, IKG juga menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk 6.500 perempuan se Kabupaten Gunungkidul.

“Proklamator Indonesia pernah berkata jangan sekali-kali melupakan sejarah, dan budaya adalah warisan yang tidak boleh kita lupakan, terlebih adanya dukungan dari dana keistimewaan. Tidak lupa juga doa kita semua untuk saudara di Aceh dan Sumatera agar lekas pulih dan IKG semoga tetap senantiasa melestarikan budaya bangsa, budaya jawa khususnya budaya Gunungkidul,” katanya.

Ketua Umum IKG, Eddy Sukirman, menyampaikan momentum ini menjadi momen terakhirnya dalam menyampaikan sambutan di HUT IKG. Ini karena setelah 15 tahun mengabdi dan berjuang untuk IKG, tahun ini adalah tahun terakhirnya di periode kepemimpinan IKG sebagai Ketua Umum dan berharap kepemimpinan dan kepengurusan baru berikutnya membawa IKG lebih baik.

“Hari ini hari terakhir saya menyampaikan sambutan di forum IKG, sudah 15 tahun saya berjuang di IKG dan mudah-mudahan kepemimpinan baru akan lebih baik. Tahun ini sudah banyak pekerjaan yang diselesaikan dan tentu makin banyak lagi ke depannya yang harus diperjuangkan,” katanya.

Banyak aset

IKG selama 55 tahun memiliki beberapa banyak aset. Pertama, sekolah IKG melalui Yayasan Budi Harapan dengan aset Rp 19 miliar hibah dari para pendiri IKG. Kedua, Pembangunan Omah Budaya IKG yang terdiri dari Joglo IKG yang saat ini pembangunannya hampir 100 persen berlokasi di Parung Gunung Sindur. Kemudian, pengembangan bidang usaha IKG yang terdiri dari lima bidang yakni Bidang sosial, Budaya (Orang IKG tak lepas dari budaya), Pendidikan, Bidang Ekonomi, Olahraga (melalui PB IKG) sepak bola IKG.

“Untuk bidang ekonomi IKG, dalam perayaan HUT IKG kali ini dipamerkan lebih dari 400 UMKM IKG dari lebih dari 300 UMKM IKG yang ada di Jabodetabek. IKG terus mendukung ragam kebijakan Pemerintah Gunungkidul yang mengacu pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul, IKG akan selalu menjadi yang terdepan mendukung Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY melalui Banhubda DIY yang memberikan dukungan melalui dana keistimewaan untuk menunjang biaya operasional IKG. Setiap tahun sebesar Rp 400 juta, selebihnya adalah saweran dari warga atau diaspora Gunungkidul di Jabodetabek tergabung dalam Ikatan Keluarga Gunungkidul.

Humas IKG Tarsih Ekaputra menjelaskan eksistensi IKG seperti yang disampaikan Ketua Panitia HUT ke-55 IKG, Sulardi, merupakan organisasi yang sangat besar. Sejak berdiri 55 tahun lalu tepatnya 12 Desember 1970, kini IKG telah memiliki 1.600 organ dengan rincian sebanyak 18 Koordinator Kapanewon (Korkap) IKG, 7 Koordinator Wilayah (Korwil) IKG, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1431 Koordinator Dusun.

Saling bantu

“Ikatan Keluarga Gunungkidul diharapkan menjadi wadah bagi para diaspora Gunungkidul di Jabodetabek untuk saling guyub rukun, saling bantu, saling mengingatkan dan menopang untuk kebaikan serta kesejahteraan bersama. Yang sudah mapan bantu yang sedang berjuang, dan akhirnya bersama IKG diaspora Gunungkidul di Jabodetabek tetap dapat memberikan sumbangsih untuk kampung halamannya,’ jelasnya.

Terkait berakhirnya kepemimpinan Ketua Umum Eddy Sukirman, dia menjelaskan siapa pun penggantinya semoga tetap dalam semangat dan komitmen organisasi yang telah diatur dalam anggaran dasar dan rumah tangga organisasi.

Ya siapa pun yang akan menjadi ketua umum dan pengurus Ikatan Keluarga Gunungkidul ke depan, semoga senantiasa mampu mewadahi, mengayomi dan membawa IKG ke yang lebih baik, lebih aktif dan lebih memiliki peran dalam berbagai sektor kehidupan diaspora Gunungkidul di Jabodetabek serta bagi stakeholder lainnya, juga untuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan khususnya Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

Ikatan Keluarga Gunungkidul berdiri 12 Desember 1970 berkedudukan di Jakarta dan memiliki fungsi sebagai tempat bernaung warga Gunungkidul untuk membangun guyub rukun tulus ikhlas, selaras dalam suasana adem ayem. (*)