Hadeging Kadipaten Pakualaman Diperingati dengan Acara Budaya

Digelar pula Semaan Al Quran dan pengajian sebagai wujud rasa syukur atas keberlangsungan Kadipaten Pakualaman. 

Hadeging Kadipaten Pakualaman Diperingati dengan Acara Budaya
Konferensi pers peringatan Hadeging ke-219 Tahun Jawa atau 213 Tahun Masehi Pura Pakualaman. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kadipaten Pakualaman bersiap merayakan peringatan Hadeging ke-219 Tahun Jawa atau 213 Tahun Masehi dengan serangkaian acara budaya dan sosial yang berlangsung 26 April hingga 25 Juni 2025.

Dengan mengusung sengkalan Manggala Gati Wiwaraning Rat yang berarti pimpinan yang penuh perhatian merupakan gerbang kesejahteraan dunia, perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya tetapi juga penguatan peran sosial Kadipaten Pakualaman dalam masyarakat.

Ketua Bidang Adat dan Akomodasi Pura Pakualaman, KRT Radyowisroyo, menjelaskan peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tahun ini menekankan pentingnya peran budaya dalam membangun kesejahteraan.

"Kami ingin memastikan bahwa generasi muda mengenal dan mencintai warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur. Oleh karena itu, banyak kegiatan yang melibatkan pelajar dan masyarakat luas," ujarnya, Jumat (28/2/2025).

Acara adat

Perayaan dimulai dengan rangkaian upacara adat seperti Bucalan, Wilujengan, serta ziarah ke makam leluhur di Kotagede, Imogiri, dan Girigondo. Selain itu, digelar pula Semaan Al Quran dan pengajian sebagai wujud rasa syukur atas keberlangsungan Kadipaten Pakualaman.

Di bidang sosial, Kadipaten Pakualaman mengadakan program Dharma Mulyarja yang berfokus pada kesehatan masyarakat di Kabupaten Kulonprogo.

Kegiatan ini mencakup program Gizi Sehat Balita Stunting, Sosialisasi Kesehatan Ibu Hamil, serta Khitanan Bersama.

Selain itu, Pasar Murah dan Jalan Sehat "Mlampah Guyub #4" akan digelar di sekitar Pura Pakualaman guna mempererat hubungan dengan masyarakat.

Berbagai lomba

Sebagai upaya melestarikan budaya, Kadipaten Pakualaman menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dari tingkat TK hingga mahasiswa.

Lomba-lomba tersebut antara lain Sayembara Macapat Paku Alam Cup XIII Tingkat Nasional, Grandprix Lukis Pelajar PA Cup VIII, Lomba Mewarnai Motif Batik Pakualaman, Lomba Literasi Aksara Jawa, Festival Karawitan Anak, Lomba Tari Klasik Gagrak Pakualaman, Festival Langen Siwi, Lomba Jemparingan Mataraman-Pelajar, serta Lomba Nyanyi Lelagon Bocah.

"Tari Klasik Gagrak Pakualaman menjadi salah satu fokus utama tahun ini. Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar tari ini masuk ke dalam kurikulum sekolah sebagai ekstrakurikuler muatan lokal," jelas KRT Radyowisroyo.

Puncak acara akan berlangsung di Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, di mana resepsi resmi akan digelar bersama tamu undangan. Acara ini juga akan menampilkan tarian persembahan dari Kawedanan Nitya Budaya.

Dicatat dinas

Lebih lanjut, mulai tahun ini, setiap perlombaan yang melibatkan pelajar akan mendapatkan poin sinergi yang dicatat dalam sistem penghargaan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga.

"Peserta yang berprestasi dalam perlombaan akan memperoleh poin tambahan yang dapat berpengaruh pada seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Ini merupakan upaya sinergi dalam mendorong generasi muda untuk aktif dalam pelestarian budaya," tambah KRT Radyowisroyo.

Perayaan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-219 Tahun Jawa ini diharapkan menjadi momentum meneguhkan kembali peran budaya dalam membangun karakter dan kesejahteraan masyarakat, serta menguatkan warisan budaya bagi generasi mendatang. (*)