Gelap Gulita, Kustini Kunjungi Warga Sleman Korban Bencana Alam
Dua rumah yang ditempati tiga kepala keluarga itu mengalami kerusakan cukup parah. Bagian atapnya tertimpa pohon besar.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Calon Bupati (Cabup) Sleman Kustini Sri Purnomo mengunjungi korban bencana alam hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Bakungan Wedomartani, Senin (15/10/2024) malam.
Meskipun sudah beranjak malam dan kondisi gelap gulita karena listrik padam, Kustini tetap berani mengunjungi dua rumah warga yang tertimpa pohon tumbang.
Dua rumah yang ditempati tiga kepala keluarga itu mengalami kerusakan cukup parah. Bagian atapnya tertimpa pohon besar.
Kustini menyampaikan rasa dukanya atas musibah yang dialami oleh warga Sleman tersebut. Dia mengingatkan agar warga mulai waspada dengan potensi bencana alam yang terjadi salah satunya hujan yang disertai angin lebat.
Pohon besar
"Cuaca akhir-akhir ini memang perlu diwaspadai. Jika ada pohon-pohon besar yang rawan di sekitar tempat tanggal kita, bisa dipotong jika memungkinkan. Agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak kita inginkan," ujar Kustini.
Tak hanya melihat situasi, Kustini juga memberikan bantuan sembako kepada seluruh keluarga yang tinggal di dua rumah tersebut. Meski bantuan yang diberikan tidak banyak diharapkan bisa meringankan beban mereka.
“Semoga bantuan yang mungkin tidak seberapa ini dapat membantu panjenengan semua atas musibah ini. Semoga selalu diberikan kesabaran dan mengambil hikmah. Nanti pemerintah yang saat ini menjabat juga akan melakukan monitoring melalui BPBD sehingga akan diberikan bantuan untuk perbaikan," terang Kustini.
Selvi Yanwar, salah satu keluarga pemilik rumah merasa bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Kustini Sri Purnomo.
Berkah dan barokah
"Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga sudah berkunjung ke tempat kami meskipun dalam keadaan seperti ini. Dan terima kasih bantuan yang diberikan. Semoga berkah dan barokah," kata Selvi.
Bencana hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Sleman Senin (14/10/2024) siang. Sejumlah bangunan mulai baliho hingga rumah warga rusak. Wilayah yang terdampak di antaranya kapanewon Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Depok dan Ngaglik. (*)