Gapoktan "Dadi Makmur" Bantul Peroleh Bantuan Combine Harvester

Mesin bantuan bisa disimpan di kalurahan sehingga ketika ada yang membutuhkan lebih mudah koordinasi.

Gapoktan "Dadi Makmur" Bantul Peroleh Bantuan Combine Harvester
Penyerahan bantuan alat mesin pertanian Combine Harvester Besar untuk Gapoktan "Dadi Makmur" Kalurahan Sabdodadi Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) "Dadi Makmur" Kalurahan Sabdodadi Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul menerima alat mesin pertanian (alsintan) berupa Combine Harvester Besar.

Penyerahan mesin panen itu dilakukan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Jalan Gondosuli Yogyakarta oleh Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho dengan didampingi Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr Ladiyani, Rabu (17/12/2025).

Bantuan diterima Lurah Sabdodadi Siti Fatimah dan Ketua Gapoktan drh Rusul Suhendro. Alsintan lain juga diterima Gapoktan di wilayah Kulonprogo dan Gunungkidul. Total ada tiga Combine Harvester dan tiga traktor roda empat yang berasal dari Kementerian Pertanian RI.

Penyerahan alat mesin pertanian ini disambut baik oleh banyak pihak di Kalurahan Sabdodadi termasuk dari kelompok kerja (Pokja) ketahanan pangan kalurahan setempat.

Sesuai prosedur

"Kami memang sejak awal mengusahakan agar ada alsintan dalam rangka mekanisasi pertanian berupa Combine Harvester. Proses penyusunan proposal, rapat dan yang lain kami tempuh sesuai prosedur. Alhamdulillah sekarang terealisasi," kata Ir R Bambang Aribawa dari Pokja Ketahanan Pangan kepada koranbernas.id usai mendengar kabar penyerahan bantuan alat tersebut.

Bambang yang juga anggota Bamuskal Kalurahan Sabdodadi itu berharap mesin bantuan bisa disimpan di kalurahan sehingga ketika ada yang membutuhkan akan lebih mudah melakukan koordinasi. "Juga lebih memudahkan secara administrasi mekanisme penggunaannya," tandasnya.

Aris Eko Nugroho dalam sambutannya berharap alsintan digunakan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pangan di wilayah masing-masing. Penerima bantuan juga didampingi lurah, sebagai wujud perintah dari Ngarsa Dalem lurah merupakan pengampu keistimewaan di DIY.

"Gapoktan harus berkoordinasi dengan lurah dalam hal pemanfaatan mesin bantuan ini. Jangan lupa dirawat dan digunakan dengan maksimal. Nantinya akan ada evaluasi. Kami buat komitmen agar alat bisa dimanfaatkan. Pada proses penggunaan ada video dan dokumen kepada kami," kata Aris. (*)