Edukasi PHBS, 18 Titik Baru Akses Air Bersih di Gunungkidul Dibangun

Desa Girimulyo dipilih karena secara geografis didominasi kawasan perbukitan karst.

Edukasi PHBS, 18 Titik Baru Akses Air Bersih di Gunungkidul Dibangun
Peresmian 18 titik baru GAMA-Rain Filter (GRF) di Girimulyo Gunungkidul, Rabu (17/12/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- PT Kao Indonesia bersama Kao Life-in-Harmony Foundation (Kao LIHF) dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) kembali memperkuat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan melalui Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia) Harmony 2.0.

Program ini fokus pada perluasan akses air bersih sekaligus edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Girimulyo Kabupaten Gunungkidul.

Pelaksanaan program yang berlangsung Rabu (17/12/2025) ditandai peresmian 18 titik baru GAMA-Rain Filter (GRF), teknologi pemanen dan pengolah air hujan yang dikembangkan oleh PT GIB. Penambahan ini melengkapi tujuh titik GRF yang telah lebih dahulu dipasang pada tahun 2024, sehingga total fasilitas yang kini tersedia mencapai 25 titik.

Peresmian program tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Antonius Hary Sukmono, Panewu Panggang Sustiwiningsih, Lurah Girimulyo, Sunu Raharjo, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.

Perbukitan karst

Selain itu President Kao Life-in-Harmony Foundation Yumi Takeuchi, Direktur PT Gama Inovasi Berdikari Ridha Nurul Azizah, Associate Senior Manager Corporate Communications PT Kao Indonesia Arly Diana Putri, Kepala Puskesmas Panggang II, Novi Andriasari, para kepala dukuh serta perwakilan masyarakat Desa Girimulyo.

Desa Girimulyo dipilih karena merupakan salah satu wilayah di Gunungkidul yang secara geografis didominasi kawasan perbukitan karst. Kondisi tersebut menyebabkan air permukaan sulit tertahan, sehingga saat musim kemarau sumur warga kerap mengering dan sumber air bersih menjadi langka.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat sering kali bergantung pada bantuan droping air dari pemerintah atau harus membeli air secara mandiri.

Melalui program RAIN Harmony 2.0, keberlanjutan akses air bersih diharapkan dapat terjaga. Dengan total 25 fasilitas GRF yang kini terpasang, program ini diproyeksikan memberi manfaat langsung bagi 1.223 orang, mencakup 81 keluarga dan 21 komunitas di Desa Girimulyo.

Edukasi PHBS

Selain penyediaan infrastruktur, program ini juga menekankan pentingnya perubahan perilaku melalui edukasi PHBS berbasis lima pilar STBM, yang meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Then Suyanti, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam program ini. Menurutnya, penyediaan air bersih dan penguatan PHBS harus berjalan beriringan agar dampaknya optimal.

“Upaya penyediaan air dan penguatan PHBS memang harus berjalan beriringan dengan penerapan lima pilar STBM. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah seperti Girimulyo yang secara geografis memiliki tantangan dalam ketersediaan sumber air,” ujarnya.

Program RAIN Harmony 2.0 merupakan bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) Kao dalam mewujudkan Kirei Lifestyle, yaitu kehidupan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dengan ketenangan pikiran. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam penyediaan akses air bersih berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan sumber air.

Beri manfaat

President Kao Life-in-Harmony Foundation Yumi Takeuchi menyampaikan penambahan 18 titik GRF ini semakin memperkuat dampak program yang telah berjalan sebelumnya. “Kali ini kami kembali memperkuat kolaborasi dengan menambah 18 titik GRF, sehingga total menjadi 25 fasilitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi 1.223 orang," ungkapnya.

Program ini semakin lengkap dengan dukungan edukasi PHBS dari Kao Indonesia serta dukungan pemerintah pusat hingga daerah. Yumi berharap Desa Girimulyo ke depan dapat menjadi percontohan desa pemanen air hujan.

Selain peresmian fasilitas GRF, Kao Indonesia bersama Puskesmas Panggang II juga menyelenggarakan sesi edukasi kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi lima pilar STBM, praktik cuci tangan pakai sabun yang benar, serta pemberian donasi produk-produk Kao Indonesia seperti sabun Bioré, pembalut Laurier, popok bayi Merries dan deterjen Attack.

Edukasi dan dukungan produk tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan PHBS secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, seiring dengan tersedianya air bersih dari sistem GRF.

Nilai tambah

Direktur PT Kao Indonesia Wisik Restu menegaskan kolaborasi ini sejalan dengan strategi ESG perusahaan melalui Kirei Lifestyle Innovation. Mereka berupaya memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui program yang relevan dengan kebutuhan nyata. 

"Kami berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dijaga dan dirawat bersama, serta mendorong penerapan PHBS secara berkelanjutan di masyarakat Girimulyo,” ujarnya.

GAMA-Rain Filter (GRF) merupakan teknologi pengolahan air hujan yang dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat. Teknologi ini mampu menghasilkan air yang bersih dan aman digunakan, khususnya untuk kebutuhan sanitasi di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Direktur PT Gama Inovasi Berdikari, Ridha Nurul Azizah, menjelaskan GRF dikembangkan sebagai solusi yang efisien dan sesuai kebutuhan masyarakat. Mereka ingin memastikan masyarakat dapat mengakses air bersih dengan mudah."Sekaligus memahami pentingnya kebersihan dan sanitasi sebagai bagian dari pemanfaatan air yang optimal,” katanya.

Jadi mudah

Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh warga. Munanto, warga Padukuhan Wintaos, mengungkapkan keberadaan sistem GRF sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih.

“Dengan adanya sistem GRF ini, kami jadi mudah mendapatkan dan menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Lurah Girimulyo, Sunu Raharjo menilai program sebelumnya telah memberi dampak nyata, baik dalam penyediaan air bersih maupun peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan. “Program ini telah memberi manfaat nyata. Dengan kegiatan lanjutan hari ini, kami berharap dampak positifnya semakin mengakar dan menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.

Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, program RAIN Harmony diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan dasar air bersih. Namun juga dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat yang lebih mandiri dan berkesadaran. (*)