DPRD DIY Minta Pemda Wujudkan Suasana Liburan yang Nyaman dan Selamat

Pemda perlu mengajak masyarakat untuk memaknai liburan dengan cara yang sederhana.

DPRD DIY Minta Pemda Wujudkan Suasana Liburan yang Nyaman dan Selamat
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto didampingi Sekretaris Komisi Syarief Guska Laksana menyampaikan keterangan saat konferensi pers di DPRD DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Jutaan wisatawan yang mengalir ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, perlu disikapi oleh Pemda DIY dengan mewujudkan suasana liburan yang nyaman, aman dan selamat.

Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, saat konferensi pers di gedung dewan Jalan Malioboro, Selasa (23/12/2025) mengingat situasi saat ini sedang dalam keprihatinan sehubungan adanya musibah bencana alam banjir di Sumatera.

 “Yogyakarta merupakan tempat berlibur bagi warga Yogyakarta sendiri, masyarakat Indonesia termasuk wisatawan asing. Dalam rangka mendukung itu, ada beberapa langkah dan rekomendasi yang perlu dikerjakan,” katanya.

Pertama, pemda perlu mengajak masyarakat untuk memaknai liburan dengan cara yang sederhana.  “Kepada Pemda DIY termasuk kabupaten/kota untuk menjamin keamanan kenyamanan, ketenteraman sekaligus keselamatan bagi masyarakat yang berwisata di Yogyakarta,” tambahnya.

Mitigasi bencana

Kedua, Pemda memiliki otoritas kewenangan melakukan koordinasi dan sinergi dengan instansi terkait. “Secara khusus kita minta Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pendamping sekaligus memastikan seluruh tempat wisata memiliki standar mitigasi bencana yang baik terutama yang ada di pinggir pantai, perbukitan atau pegunungan,” katanya.

Mengapa ini harus memperoleh perhatian khusus, menurut Eko Suwanto, cuaca hari ini masih memiliki ancaman potensi bencana baik itu hujan lebat maupun potensi longsor. Selain itu, juga masih ada potensi bencana dari Gunung Merapi yang hingga saat ini masih berstatus siaga sejak 5 November 2020.

“Pemda DIY perlu kerja sama dengan kabupaten/kota apakah tempat-tempat wisata sudah memenuhi standar mitigasi bencana atau belum,”  katanya.

Ketiga, Eko Suwanto mengajak warga Yogyakarta dan wisatawan untuk menyusun rencana perjalanan yang didukung dengan pengetahuan terkait dengan situasi cuaca. Salah satu caranya adalah dengan menginstal aplikasi BMKG.

Cek cuaca

“Misalnya cek dulu cuaca di Malioboro bagaimana, cuaca di Kaliurang seperti apa, cuaca di Pantai Selatan seperti apa. Sehingga, sinergi dan kolaborasi antara pemda dan bisa menyambung dengan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Eko Suwanto juga minta Pemda DIY melakukan konsolidasi relawan. Khusus untuk jajaran Polda DIY dia berpesan supaya menyusun rekayasa lalu lintas yang aman dan selamat serta bersinergi dengan TNI maupun komponen masyarakat.

“Bagaimana mitigasi bencana ini menjadi perhatian kita. Masyarakat juga harus tata peraturan perundang-undangan, jangan karena tahun baru kemudian nggak pakai helm. Peralatan berkendara juga harus dicek,” kata dia.

Sependapat, Sekretaris Komisi A DPRD DIY Syarief Guska Laksana menyatakan Yogyakarta merupakan destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun asing sekaligus tempat mudik bagi penduduk provinsi ini.

Dia sepakat, di tengah ancaman cuaca ekstrem Pemda DIY bersama instansi terkait maupun relawan perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ini penting supaya keamanan, kenyamanan dan ketertiban selama liburan senantiasa terjaga. (*)