Dosen UPNVY Dorong Suryodiningratan Jadi Kampung Wisata Terpadu, Perkuat "Branding" Lewat Digitalisasi Potensi Lokal
Dengan mengintegrasikan potensi lokal yang unik dan memperkuatnya melalui branding digital, program PbM UPN Veteran Yogyakarta ini diharapkan mampu mempercepat realisasi Suryodiningratan sebagai kampung wisata terpadu yang berkelanjutan
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Kelurahan Suryodiningratan, yang dikenal dengan keragaman karakternya, kini tengah didorong untuk bertransformasi menjadi kampung wisata terpadu. Inisiatif ini dipelopori oleh tim dosen UPN Veteran Yogyakarta melalui Program Pengabdian Masyarakat (PbM) bertema “Pemberdayaan Masyarakat Guna Mendukung Branding Kampung Tematik Kelurahan Suryodiningratan”.
Program ini bertujuan memperkuat identitas empat kampung yang saling melengkapi di Suryodiningratan—yaitu Pugeran, Kumendaman, Minggiran, dan Suryodiningratan sendiri—melalui digitalisasi dan edukasi berbasis potensi lokal.
Tim PbM ini disupervisi oleh Aundrey Ferriyan (ahli keamanan informasi), Retno Hendrariningrum (ahli komunikasi pemasaran), dan Eni Muryani (ahli biologi lingkungan), yang keahliannya bersinergi untuk proyek ini.
Kekayaan Empat Kampung Sebagai Fondasi Wisata
Suryodiningratan memiliki kekayaan karakter yang beragam, yang menjadi modal utama pengembangan wisata:
1. Kampung Pugeran: Dikenal sebagai Kampung Hijau, didukung oleh Kelompok Tani Ngudi Mulyo yang aktif dalam penghijauan dan edukasi urban farming.
2. Kampung Kumendaman: Kuat dengan unsur Budaya dan sejarah, ditandai dengan empat cagar budaya (Dalem Kumendaman, Ndalem Mangkukusuman, dll.) serta kesenian tradisi (karawitan, jathilan, jemparingan).
3. Kampung Minggiran: Pusat UMKM Kreatif yang memanfaatkan daur ulang, seperti Bening Craft (sampah anorganik) dan Matahari Craft (sampah organik).
4. Kampung Suryodiningratan: Mengangkat Kuliner Lokal unggulan, seperti kue gandos tradisional dan minuman bunga telang "Nisnas".
Tim dari UPN Veteran mendorong hidupnya berbagai potensi termasuk gamelan. (istimewa)
Melalui PbM ini, seluruh potensi tersebut dirancang untuk disajikan secara terstruktur dalam berbagai media informasi, seperti penyusunan peta kampung, pengembangan website, dan pembuatan video profil, guna meningkatkan citra Suryodiningratan sebagai destinasi yang kaya budaya, kreatif, dan edukatif.
Program Penguatan Identitas Kampung
Tim dosen melaksanakan beberapa program spesifik untuk memperkuat branding masing-masing kampung:
· Edukasi Satu Rumah Satu Tanaman: Kegiatan yang bertujuan memperkuat branding Kampung Pugeran Hijau ini juga mencakup pelatihan penanaman sayuran di polybag dan pembuatan irigasi tetes sederhana, mendorong praktik pertanian perkotaan.
· Pelestarian Nilai Sejarah Melalui Media Visual: Di Kampung Kumendaman, program ini berfokus pada dokumentasi visual cagar budaya untuk mengenalkan warisan sejarah lokal melalui pendekatan baru.
· Pembuatan Profil Kampung Minggiran: Berlangsung sejak 26 Oktober hingga 19 November 2025, kegiatan ini bertujuan mempromosikan potensi budaya, ekonomi kreatif, dan aktivitas sosial Keminggiran melalui media digital maupun cetak.
· Pelatihan Inovasi Produk dan Pemasaran Chili Oil: Program kewirausahaan bagi generasi muda ini melatih proses pembuatan chili oil yang inovatif dan higienis, serta teknik pengemasan untuk meningkatkan nilai jual produk lokal.
Dengan mengintegrasikan potensi lokal yang unik dan memperkuatnya melalui branding digital, program PbM UPN Veteran Yogyakarta ini diharapkan mampu mempercepat realisasi Suryodiningratan sebagai kampung wisata terpadu yang berkelanjutan. (*)
Siaran Pers
