danrem-071wijayakusuma-yang-mengalir-dalam-kbt-adalah-darah-tniKomunikasi sosial (Komsos) Korem 071/Wijayakusuma bersama Keluarga Besar TNI (KBT), Kamis (10/9/2020), di Kampus Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto, Banyumas. (istimewa)


Redaktur

Danrem 071/Wijayakusuma: Yang Mengalir dalam KBT Adalah Darah TNI


SHARE
KORANBERNAS.ID, BANYUMAS – Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, menegaskan bahwa yang mengalir dalam tubuh Keluarga Besar TNI (KBT) adalah darah TNI.

Hal itu ditegaskan Kolonel Dwi Lagan saat membuka Komunikasi Sosial (Komsos) Korem 071/Wijayakusuma bersama Keluarga Besar TNI (KBT), Kamis (10/9/2020), di Kampus Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto, Banyumas.

Komunkasi Sosial Korem 071/Wijayakusuma dengan Keluarga Besar TNI KBT) diikuti anggota FKPPI, PPM, Hipakad perwakilan Kodim wilayah Selatan jajaran Korem 071/Wijayakusuma, dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Selama dua hari mereka akan mengikuti pembekalan dan penguatan SDM khususnya ilmu pengetahuan dan teknikogi digital berupa materi aplikasi dan pengenalan komputer digital Microsof Power Point, Excel dan Photoshop.

"Berbicara tentang KBT, tentunya darah yang mengalir adalah darah-darah TNI. Karenanya, jangan sampai ada orang di tengah-tengah kita dan jangan sampai ada kelompok-kelompok yang ingin memisahkan kita," tegasnya.

“Jangan ada orang-orang yang ingin agar kita tidak menjalin dan tidak ada silaturahmi dan tidak kompak. Tentunya, hal ini harus kita pertahankan, harus terus kita jalin komunikasinya antara TNI khususnya Korem 071/Wijayakusuma dengan KBT,” lanjutnya.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan di IT Telkom Purwokerto, Danrem menyampaikan, IT Telkom mempunyai visi menjadi perguruan tinggi yang mempunyai daya saing internasional, membangun SDM berbasis teknologi. Tentunya ini akan bersinergi dengan Korem 071/Wijayakusuma khususnya dalam penyiapan SDM prajurit dan PNS Korem 071/Wijayakusuma yang berbasis IT guna pelaksanaan tugas pokok satuan.

Menurut Danrem, perkembangan ilmu teknologi saat ini sangat pesat dan modern. Karenanya dengan adanya perkembangan ilmu teknologi tersebut perlu adanya filterisasi mana yang positif dan mana yang negatif.

“Yang positif kita gunakan sisi positifnya guna pengetahuan kita baik diri sendiri maupun satuan. Sedangkan negatifnya, seperti adanya hoax, berita-berita tidak jelas arahnya dan cenderung ilegal, kita tidak boleh terpancing dan tidak termakan hal-hal seperti itu. Sebagai insan yang mempunyai tugas dan tanggungjawab masing-masing jangan sampai terpecah belah karenanya,” kata Danrem.

Menyangkut Pemilukada serentak pada Desember 2020 nanti, Danrem menyatakan di wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma ada empat wilayah yang akan melaksanakan Pilkada yakni Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.

"Memang di wilayah Banyumas dan wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma yang tidak melaksanakan Pilkada tidak ada imbasnya, namun harus diingat bahwa masyarakat di wilayah lain yang tidak melaksanakan dapat dimobilisasi ke wilayah yang melaksanakan Pilkada. Karenanya, saya berpesan kepada segenap KBT, sebagai insan yang menjadi motor (bukan motor penggerak/tidak membantu) tapi sebagai pion-pion yang nantinya bisa memberikan informasi yang sehat, bagaimana berdemokrasi yang sehat, bagaimana kita menghormati suara dan bagaimana kita menghormati keputusan. Kita harus tetap menjaga kekompakan dan keakraban serta menjalin komunikasi. Mari kita bersama-sama membangun wilayah tanpa adanya suatu konflik", pintanya.

Siap Membantu

Sementara itu, Rektor IT Telkom Purwokerto, Ali Rohman, mengatakan IT Telkom berdiri sejak 2010 bernama SMK Telkom dan berganti menjadi Akademi Telekomunikasi (Akatel) atas prakarsa mantan Menparpostel kala itu yakni Letjen TNI Purn Susilo Sudarman (alm) yang juga asli Banyumas.

Dalam perkembangannya, tahun 2012 berubah Sekolah Tinggi Telekomunikasi (STT) Telkom dikarenakan Akatel hanya D3 dalam program studinya. Tahun 2017 kembali berubah dari STT Telkom menjadi Institut Teknologi (IT) Telkom, karena STT Telkom dalam program studinya belum bisa ke program studi lebih tinggi S2/S3.

"IT Telkom mempunyai motto Bridging Techno For Humanity yakni menjembatani teknologi dan sisi kemanusiaan. Karenanya ilmu-ilmu yang ada di IT Telkom dosennya tidak hanya berkecimpung dalam teknologi, namun bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat yang salah satunya pengabdian kepada masyarakat seperti kegiatan komsos ini," terangnya.

Rektor juga berharap bila Korem 071/Wijayakusuma beserta jajarannya membutuhkan SDM informasi teknologi, IT Telkom siap membantu dalam penyiapan, penguatan dan penataan SDM prajurit dan PNS Korem 071/Wijayakusuma.

Menurut rektor, kini mahasiswa dan mahasiswinya dapat belajar di luar kampus dalam program Merdeka Belajar yang dicanangkan Mendiknas saat ini. Yakni, mahasiswa diberi peluang untuk kuliah di tempat lain selama tiga semester. Bisa di perguruan tinggi lain, instansi atau lembaga pemerintah. (*)




SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini