Dampak Tol Jogja-Solo, Sentra Apem Jatinom Sepi Pembeli
Pengguna jalan dari Semarang, Salatiga dan sekitarnya yang ingin ke Yogyakarta maupun Klaten kini memilih lewat tol.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten, dikenal sebagai kawasan sentra apem. Banyak warga di daerah ini berprofesi sebagai perajin apem dengan merk bermacam-macam.
Pasca diresmikannya proyek jalan tol Jogja-Solo oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu, perajin apem Jatinom juga terkena dampaknya. Produksi apem Jatinom menurun drastis akibat sepi pembeli.
Menurut perajin, salah satu penyebab turunnya produksi apem Jatinom karena pengguna jalan dari arah utara yakni Semarang, Salatiga dan sekitarnya yang ingin ke Yogyakarta maupun Klaten kini memilih lewat jalan tol.
"Sebelum ada jalan tol, pengguna jalan banyak yang lewat sini (Jatinom) dan berhenti membeli apem untuk oleh-oleh. Tapi setelah ada jalan tol, jalanan sepi karena pada memilih lewat tol," kata Nana, perajin apem di Dukuh Tangkilan Kelurahan Jatinom, Kamis (31/10/2024).
Pinggir jalan
Ditemui di tempatnya memproduksi dan menjual apem di pinggir jalan Jatinom-Boyolali, Nana menceritakan mulai menekuni usaha tersebut sejak pandemi Covid-19 tepatnya tiga tahun lalu.
Sebelum ada jalan tol Jogja-Solo, kata dia, pada hari Sabtu bisa memproduksi 20 kilogram apem dan hari Minggu sampai 30 kilogram apem. Namun, setelah ada jalan tol produksi apem pada hari Sabtu hanya sekitar 12 kilogram dan Minggu sekitar 25 kilogram.
"Hari Minggu tidak begitu sepi karena masih ada wisatawan naik kereta kelinci yang suka mampir beli apem," ujar perajin apem merk Mbak Nana itu.
Untuk menjalankan usahanya setiap hari, Nana dibantu oleh suami, adik dan kakak. Selain menjual apem di depan rumah, Nana juga menjual produknya di kawasan Klaten Kota pada event car free day setiap hari Minggu.
Turun drastis
Senada diungkapkan Jeriyati Asih, perajin apem lainnya di Kelurahan Jatinom Kecamatan Jatinom. Ditemui di tempat terpisah, dia mengakui produksi apem miliknya turun drastis sejak ada jalan tol Jogja-Solo.
Ini karena pengguna jalan dari arah Semarang yang mau ke Klaten maupun Yogyakarta, banyak yang memilih jalan tol dan tidak lewat Jatinom.
"Benar, turun drastis sejak ada jalan tol. Sebelum ada jalan tol, saya bisa produksi 10 kilogram apem, tapi sekarang tinggal 2 hingga 3 kilogram saja. Kalaupun sampai malam masih ada, kami bagikan kepada tetangga sebelah," terangnya.
Apem yang diproduksi Jeriyati bernama Omah Apem Yaa Qoowiyyu "Bu Jeri." Dia memproduksi dan menjual apem di depan rumah di pinggir jalan Jatinom-Boyolali.
Saat ditanya bahan baku yang digunakan, Jariyati Asih dan Nana menjawab tepung beras, terigu, gula dan kelapa muda. (*)