Cegah Cyberbullying di Era Digital dengan Komunikasi Hati

Kebiasaan yang baik akan mendatangkan nasib yang baik.

Cegah Cyberbullying di Era Digital dengan Komunikasi Hati
Implementasi Model Literasi Digital Sikomhati.id di SMK Negeri 1 Kokap, Kulonprogo, Jumat (14/9/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Di era digital, bullying atau perundungan bisa terjadi dalam berbagai kasus, termasuk cyberbullying. Upaya yang  dilakukan untuk mengantisipasi cyberbullying harus tepat. Salah satunya melalui konsep Komunikasi Hati. Dalam konsep ini, enam aspek utama diterapkan untuk mencegah cyberbullying mulai dari olah pikir, olah rasa, kelola sampah hati, simpati, empati dan penerapan sikap positif.

“Orang yang terbiasa melakukan olah pikir dan olah rasa ke arah positif akan membentuk sikap dan kebiasaan positif. Kebiasaan yang baik akan mendatangkan nasib yang baik,” kata Prof Dr Puji Lestari MSi, pencetus Teori Komunikasi Hati, saat memimpin Implementasi Model Literasi Digital Sikomhati.id di SMK Negeri 1 Kokap Kulonprogo, Jumat (14/9/2025).

Menurut Ketua tim penelitian hibah DRTPM tahun ke-15 sekaligus peneliti yang sejak 2021 masuk Top 5 Scientists UPN Veteran Yogyakarta versi AD Scientific Index itu, komunikasi hati merupakan pendekatan literasi digital yang sangat relevan untuk mencegah praktik bullying dan cyberbullying di kalangan generasi muda.

Sebab pikiran dan perasaan negatif akan mengarahkan sikap negatif, lalu perilaku negatif, hingga kebiasaan buruk yang membawa nasib kurang baik. "Karena itu penting bagi siswa Gen Z untuk melatih komunikasi hati dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah maupun masyarakat,” katanya.

Diskusi interaktif

Tim peneliti UPNVY dan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) DIY melakukan sosialisasi Komunikasi Hati ke sejumlah sekolah. Melalui diskusi interaktif, para siswa bisa mengaitkan teori ini pada pengalaman nyata di lingkungan pertemanan mereka.

Kegiatan ini merupakan road pamungkas atau tahap kelima dari implementasi Sikomhati.id di DIY. Kali ini acara diikuti oleh 144 siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kokap Kulonprogo. Para siswa didampingi Kepala Sekolah Caecilia Luppi Satesti, guru BK serta guru pendamping.

Turut hadir Kepala Balai Tekkomdik DIY, Rudy Prakanto, beserta jajaran pengembang teknologi Pendidikan yaitu Dini Nurul Insani, Oki Pambudi, Erick Syafriatna dan Sulis Setiyaningsih.

Sementara Rudy menekankan pentingnya generasi Z mengenali dan memanfaatkan platform Sikomhati.id. Dia memperkenalkan filosofi AKIK yakni Adaptif, Kolaboratif, Inovatif dan Komunikatif. “Puncak dari komunikatif adalah komunikasi hati. Dengan itu, siswa dapat mencegah bullying baik di dunia nyata maupun digital,” ujarnya.

Membantu siswa

Caecilia mengapresiasi pelaksanaan program ini. Aplikasi Sikomhati.id sangat membantu siswa mengontrol sekaligus memahami bentuk-bentuk bullying, termasuk yang dilakukan tanpa disadari. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di hari ini, tapi berkelanjutan dan menjadi agenda rutin,” katanya.

Guru-guru Bimbingan Konseling juga memberikan masukan positif. Menurut mereka, platform Sikomhati.id memudahkan siswa memahami materi sekaligus membantu guru dalam pemantauan dan pembinaan. Mereka berharap konten literasi digital di Sikomhati.id terus berkembang agar semakin bermanfaat bagi penguatan karakter siswa.

Dalam sesi praktik, siswa diarahkan membuat akun di Sikomhati.id, membaca materi dan mengisi asesmen. Clara Nova Yogina, Cici Cesaria dan Habib Lutfi berbagi pengalaman mereka. Clara bercerita bagaimana mengubah rasa kecewa terhadap temannya menjadi empati, hingga persahabatan bisa kembali terjalin.

Cici menyampaikan kegagalan meraih juara justru menjadi energi positif untuk berlatih lebih keras. Menurut mereka, komunikasi hati sangat relevan dalam menghadapi dinamika sosial remaja. “Dengan komunikasi hati, kami bisa lebih tenang menghadapi konflik, tidak menyimpan dendam, dan tetap semangat untuk maju,” ungkap Habib.

Terus belajar

Acara ditutup dengan penyerahan buku Komunikasi Hati karya Prof Puji kepada sekolah dan perpustakaan. Para siswa juga diarahkan mengunduh e-book gratis di repositori UPN Veteran Yogyakarta agar dapat terus belajar dan menerapkan konsep komunikasi hati dalam kehidupan mereka.

Kegiatan di SMKN 1 Kokap ini meneguhkan harapan bahwa literasi digital berbasis komunikasi hati tidak hanya mampu mencegah cyberbullying di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi derasnya arus komunikasi di era digital yang penuh ujaran kebencian. (*)