Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Merasa Prihatin TPS 3R Tidak Jalan
Memang harus ada gerakan mengubah kebiasaan yang salah di masyarakat.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo merasa prihatin terhadap adanya beberapa desa penerima bantuan TPS 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) pengolahan sampah di wilayahnya yang tidak jalan alias vakum. Ke depan, bupati akan melakukan evaluasi terhadap TPS 3R tersebut.
"Soal sampah, TPS 3R banyak yang sukses, tapi ada juga beberapa desa yang tidak jalan. Maka dari itu, ke depan akan dievaluasi bersama. TPS 3R yang tidak jalan itu karena apa," kata bupati saat dikonfirmasi terkait pengolahan sampah usai acara sambung rasa di Desa Juwiring Kecamatan Juwiring, Selasa (11/11/2025).
Terhadap TPS 3R yang tidak jalan tersebut, lanjut bupati, akan ada pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) supaya bisa jalan lagi. Bilamana itu terjadi maka akan sangat bagus untuk mengurangi sampah di Kabupaten Klaten.
Menurut bupati, konsep penanganan sampah yang efektif yakni dari hulu, tengah dan hilir. Di hilir, Pemkab Klaten sudah berproses. Di tengah ada TPS 3R dan di hulu dibuat konsep bersama di mana dalam setiap acara sambung rasa selalu disampaikan agar masyarakat mulai berpikir memilah sampah dari rumah.
Agak lama
"Minimal ada dua tempat sampah, untuk sampah organik dan anorganik. Organiknya nanti dibuatkan biopori. Insya Allah nanti kalau itu sudah jalan akan lebih bagus," ujarnya seraya berkata kalau hanya mengandalkan TPS 3R mungkin agak lama karena bantuan dari Pemkab Klaten juga terbatas.
Ditanya adanya beberapa TPS 3R yang pekarangannya menjadi gunung sampah akibat tidak adanya aktivitas memilah dan memilih sampah di TPS 3R, Hamenang menegaskan bahwa konsep penanganan sampah seperti itu tidak boleh.
Masyarakat harus diedukasi agar sadar akan memilah dan memilih sampah. Jika ini berhasil maka sampah yang dibuang ke TPA Troketon akan sedikit dan bisa dikatakan penanganan sampah berhasil.
Bupati menambahkan, memang harus ada gerakan mengubah kebiasaan yang salah di masyarakat. Gerakan ini harus terus-menerus digencarkan, bisa melalui PKK, karang taruna dan semua elemen masyarakat dilibatkan.
Ada 38 unit
Sebelumnya, Kepala DLH Kabupaten Klaten, Srihadi, menyatakan jumlah TPS 3R di Kabupaten Klaten ada 38 unit sejak 2018 hingga 2024. Pengelolaan TPS 3R itu sekarang ini di desa masing-masing.
Pengamatan di lapangan, beberapa TPS 3R yang tidak jalan di antaranya TPS 3R Kedungampel Kecamatan Cawas, TPS 3R Desa Sabrang Kecamatan Delanggu, TPS 3R Desa Krecek dan TPS 3R Ketandan Kecamatan Klaten Utara.
Selain itu, pada tahun 2015 Pemkab Klaten juga memberikan bantuan bank sampah di 10 desa. Namun, keberadaan bank sampah itu justru memprihatinkan karena tidak ada aktivitas pengolahan sampah dan tidak ada perawatan terhadap bangunan dan mesin pengolahan sampah.
Bank sampah tersebut di antaranya bank sampah Desa Tegalgondo Kecamatan Wonosari, bank sampah Desa Nglinggi Kecamatan Klaten Selatan, bank sampah Tambakboyo Kecamatan Pedan, bank sampah Desa Mayungan Kecamatan Ngawen. (*)
Masal Gurusinga
