Bupati Klarifikasi Laporan Dugaan Pungli Dalam Program Keluarga Harapan

Bupati Klarifikasi Laporan Dugaan Pungli Dalam Program Keluarga Harapan

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melakukan klarifikasi laporan dugaan pungli dan kualitas sembako buruk, dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Klarifikasi dengan mengundang pendamping PKH dalam rapat koordinasi dan pembinaan pendamping PKH, Kamis (17/2/2022).

Menurut Arif Sugiyanto, ada laporan kualitas beras yang dibeli keluarga penerima manfaat (KPM) jelek, atau harganya tidak sesuai dengan kualitas beras. Laporan lain, ada pungli kepada warga yang akan.mendirikan e-warung. Pungutan liar konon mencapai jutaan rupiah. Arif Sugiyanto juga mengklarifikasi laporan adanya setoran uang Rp 200-Rp 500 untuk setiap penjualan satu kilogram beras.

Ia meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam PKH, agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan KPM dari Program Keluarga Harapan.

Kepala Dinas Sosial Kebumen Eko Widianto kepada koranbernas.id mengatakan, jumlah KPM PKH alokasi tahap 4 tahun 2021 periode Oktober-Desember, ada 63.187 KPM. Keluarga penerima manfaat, menerima bantuan berupa uang tunai yang disalurkan setiap 3 bulan.

Keluarga penerima manfaat program PKH, di antaranya ada lanjut usia atau ada ibu hamil, balita atau anak sekolah dari SD sampai SLTA. Sebagian KPM ada yang menerima sembako dari Kementerian Sosial sebagai pelengkap. (*)