Bupati Bantul Kumpulkan Ribuan Guru, Pecat Jika Terlibat Pencabulan
Sungguh saya speechless, tidak mampu berkata-kata saat mendengar laporan. Angka ini sangat banyak, bahkan satu pun itu sangat banyak.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengumpulkan ribuan guru dari berbagai jenjang di parkir timur Stadion Sultan Agung (SSA), Sabtu (11/10/2025).
Pada acara pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan itu, bupati secara tegas dan terbuka mengumumkan guru dan tenaga kependidikan yang terlibat pencabulan anak ataupun pelecehan seksual anak akan dipecat alias diberhentikan.
Bupati mengatakan tidak perlu ada peringatan pertama, kedua dan seterusnya melainkan tanpa toleransi alias tidak ada kompromi lagi melainkan langsung tindakan pemberhentian.
Sebab pelaku telah menghancurkan generasi bangsa serta meninggalkan trauma psikologis yang berat. Berdasarkan catatan dan laporan yang diterima bupati, ada empat kasus yang terjadi selama tahun 2024 dan 2025 dengan korban pelajar SD dan SMP.
Bupati Bantul menyerahkan piala KLA Kategori Utama kepada Kepala DP3P2KB Bantul, Ninik Istitartini. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
"Sungguh saya speechless, tidak mampu berkata-kata saat mendengar laporan. Angka ini sangat banyak, bahkan satu pun itu sangat banyak, karena semestinya tidak boleh terjadi. Maka hari ini saya umumkan secara terbuka kepada semua guru, khususnya guru laki-laki bagi yang terlibat pencabulan atau pelecehan seksual akan kita berhentikan. Sungguh perbuatan ini di luar akal, sebab sejatinya murid itu sudah seperti anak kandung bagi guru," katanya.
Selain itu, tingkat kepercayaan orang tua atau wali kepada guru juga sangat besar. "Contohnya saya saja, ketika anak saya diajak gurunya atau diajari gurunya, maka saya tidak akan pernah curiga. Maka sangat miris ketika kepercayaan ini kemudian dikhianati dengan melakukan tindakan pelecehan ataupun pencabulan,” kata bupati.
Halim yang pernah menjadi anggota DPRD DIY itu menyatakan seorang guru merupakan sosok pendidik yang mestinya memberikan perlindungan dan pengayoman. “Mereka adalah sosok yang memiliki pendidikan baik, seorang sarjana, telah terseleksi namun melakukan tindakan seperti ini. Maka tidak ada kompromi lagi," tegasnya.
Jika ternyata ke depan masih ada kasus pencabulan anak ataupun pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh guru ataupun tenaga kependidikan, lanjut dia, Kabupaten Bantul yang saat ini sudah mendapat penghargaan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori utama, nanti piala atau penghargaan tersebut akan dikembalikan ke pemerintah.
Pengendalian diri
"Untuk apa kita memiliki penghargaan, memiliki piala sementara anak-anak kita masih ada yang mengalami pelecehan ataupun pencabulan bahkan oleh gurunya sendiri. Perlu ada pengendalian diri yang baik bagi seorang guru," katanya.
Halim mengajak semua guru untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak di mana anak merasa aman dan nyaman di sekolahnya. Termasuk juga bebas dari bullying.
Selain pembinaan, pada kesempatan itu bupati menyerahkan piala KLA Kategori Utama kepada Kepala Dinas DP3P2KB Bantul, Ninik Istitarini MPH. Tampak hadir Sekda Bantul Agus Budi Raharjo M Kes, Kepala Dinas Pendidikan Bantul, Nugroho Eko Setyanto MM dan OPD serta pejabat terkait.
Kegiatan didahului senam bersama semua guru dan tenaga kependidikan se Kabupaten Bantul. (*)
Sariyati Wijaya
