bunga-bogenvil-mengantarkan-tunjungan-menuju-rintisan-desa-wisata Anggota Pokdarwis Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol memamerkan tanaman hias bogenvil.(w asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Bunga Bogenvil Mengantarkan Tunjungan Menuju Rintisan Desa Wisata

SHARE

KORANBERNAS.ID,PURWOREJO -- Memasuki Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo, mata pengunjung bakal disejukkan dengan hamparan bunga Bogenvil, baik jenis lokal maupun import dimana-mana. Bahkan setiap rumah di desa tersebut memiliki pohon Bogenvil dengan aneka warna dan jenis.


Desa ini memang dikenal sebagai penyedia bunga Bogenvil baik lokal maupun mancanegara untuk partai besar maupun eceran. Pelanggannya dari berbagai kota dan provinsi se-Indonesia. Tak hanya itu, Tunjungan saat ini terpilih sebagai rintisan Desa Wisata di Purworejo.


Bisnis bunga Bogenvil di desa tersebut dimulai dari salah satu warga desa yang sukses mengembangkan usaha jual beli bogenvil. Kesuksesan itu kemudian diikuti oleh warga lainnya berusaha menggeluti bisnis bunga Bogenvil. 

Akhirnya jadilah bisnis tersebut menjadi usaha bersama. Mereka saling mengisi dan mengedukasi. Bahkan jika ada warga yang akan merintis usaha bisnis tersebut akan di bantu oleh warga lainnya.


"Kami memiliki jenis bunga Bogenvil sebanyak 100 sampai 200 jenis baik lokal maupun import. Dengan harga termurah Rp. 25 ribu, Rp 100 ribu hingga Rp. 200 ribu, ada juga jenis Kayata India dan Citra stripe harga mencapai Rp. 250 ribu ukuran 2 jengkal," jelas Suyono Ketua Pokdarwis (kelompok masyarakat sadar wisata) Desa Tunjungan, saat uji kelayakan Desa Wisata yang dilakukan Dinas Pemuda  Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Selasa (20/9/2022).

Dia menambahkan jenis bogenvil import koleksi warga desanya berasal dai Malaysia, Singapura, Thailand, Hawai, India dan  sebagainya.

"Yang membedakan harga adalah jenis daun, jenis batang dan jenis bunga serta kesulitan dalam pengolahan produksi (budidaya)," imbuh Yono (sapaannya).

Fajar Pratama anggota pokdarwis lainnya menambahkan, pihaknya memilih budidaya tanaman bogenvil karena harga relatif stabil.

"Sejak tahun 2004 hingga saat ini harga bagus, dari Rp. 7.500 hingga sekarang jutaan," jelasnya.

Selain itu imbuhnya bunga bogenvil disukai banyak kalangan, dari yang miskin maupun kaya dan dari tua maupun muda," sebut Fajar.

Dia menambahkan untuk pemasaran pihaknya melakukan secara online maupun offline, jika konsumen membeli dalam jumlah banyak akan diberi harga khusus.

Dalam uji kelayakan Desa Wisata di Desa Tunjungan tersebut dihadiri oleh Endah Hana Rosanti Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinporapar Purworejo beserta tim dan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Purworejo Arum Sri Setyoningtyas

Tim penguji kelayakan Desa Wisata kedatangan pertama singgah di rumah Hendi Romadi. Kedatangan tamu di sambut dengan kesenian Islami Hadroh, kemudian disuguhi dawet ireng dan gorengan hangat dipadukan dengan sambel kecap. Setelah itu para tamu menikmati koleksi tanaman bogenvil baik jenis lokal maupun jenis import. 

Dari rumah Hendi tim penguji diajak  belajar budidaya kelinci di rumah Tunyono warga Desa Rt 01 Rw 02.

"Saya memelihara kelinci dari 3 ekor selama 1 tahun menjadi 40 ekor,. Saya siap menukarkan ilmu budidaya ternak kelinci," ujarnya.

Selanjutnya tim melihat-lihat koleksi tanaman bogenvil milik anggota pokdarwis lainnya. Para wisatawan  akan mendapat ilmu bagaimana menyambung batang Bogenvil, sehingga dalam 1 batang bisa disambungkan dengan dengan beberapa jenis. Selain itu juga diajarkan bagaimana menyambung kan tunas ke akar bogenvil.

Selain itu para tamu mendapat ilmu cara membuat dawet ireng dan tiwul yang menjadi makanan andalan desa tersebut.

Sementara itu, Endah Hana Rosanti mengatakan kehadirannya di Desa Tunjungan dalam rangka uji kelayakan Desa Wisata.

"Desa Tunjungan ini kan mengajukan diri sebagai Desa wisata, ini sedang kita uji. Sebelumnya kami telah memberikan penilaian," ujar Endah.

Menurutnya Desa Tunjungan sudah layak jual sebagai desa wisata. Apalagi dengan keunggulan tanaman hias bogenvil yang dijual secara online dan offline dengan omset puluhan juta rupiah perbulan.

Selain tanaman hias yang terdiri tanaman bogenvil, aglonema dan tanaman lainnya, pokdarwis juga menyiapkan paket belajar membuat dawet ireng."Untuk awal desa Tunjungan bisa dengan paket oneday dengan harga rata- rata Rp. 150 ribu sampai Rp. 200  tergantung obyeknya. Setelah itu, berikutnya baru bisa menyediakan paket live in, saya mendengar warga sedang berupaya adanya home stay," jelas Endah.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini