Selasa, 15 Jun 2021,


berwisata-ke-bantul-tak-lagi-bayar-tunaiH Abdul Halim Muslih dan Dirut Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mencoba aplikasi QUAT untuk pembayaran restribusi di TPR Pantai Parangtritis, Jumat (7/5/2021). (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Berwisata ke Bantul Tak Lagi Bayar Tunai

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL--PT Bank BPD DIY Cabang Bantul dengan Dinas Pariwisata Bantul, menandatangani kerjasama penerimaan pembayaran restribusi tempat wisata secara online, dengan sarana pembayaran Qris Ultimate Autmated Transaction (QUAT) di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021).


Pembayaran non tunai ini mulai diberlakukan Senin (10/5/2021), dengan cara pemilik uang digital tinggal scan ke alat yang dipasang di TPR setiap obyek wisata, “klik” dan melakukan pembayaran sesuai tarif restribusi yang berlaku.


Hadir dalam acara tersebut, Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad, Pimpinan Cabang Bank BPD Bantul Munaryati, Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo ST, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto HP S.Sos dan para pengelola pariwisata di Bantul.

“Ini adalah nasionaliasi transaksi non tunai. Transaksi uangnya tidak kemana-mana, hanya muter di BI dan kemudian masuk ke rekening. QUAT telah mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) . Kelebihan transaksi ini adalah uang langsung masuk ke rekening saat itu juga. Sehingga apa yang dilakukan langsung terbuku hari itu juga. Kelebihan lain penggunaan QUAT tanpa biaya,” kata Santoso Rohmad.


Santoso mengatakan penggunaan transaksi non tunai di tengah pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Hal tersebut sejalan dengan langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan mengurangi interaksi. “Di Bantul sudah ada 4000 merchant yang menggunakan QUAT dan kita akan tingkatkan terus jumlahnya terkait dengan transaksi digital,”katanya.


Bupati mengatakan, dengan menggunakan sistem QUAT diharapkan mampu memperbaiki mekanisme pembayaran daerah. Akurasi juga lebih terjamin dan PAD lebih meningkat.


“Kami memiliki keyakinan dengan transaksi seperti ini akan meningkatkan PAD kita. Karena kemungkinan yang kecer bisa diminimalisir,” katanya.

Pembiayaan secara digital tersebut, diterapkan tidak hanya untuk pembayaran di obyek wisata, tapi juga untuk pembayaran yang lain. Misal pengurusan perizinan. “Tentu akan ada masa transisi dari manual ke digital termasuk penyiapan SDM para petugasnya,”kataya.

Singgih Raharjo Kepala Dinas Pariwisata DIY menambahkan, pembayaran dengan QUAT tidak mengenal wisatawan lokal atau domestik.

“Karena ini gerbang pembayaran, aplikasi sehingga semua bisa menggunakan,” kata Singgih.

Sedangkan Hanung Raharjo mengatakan, perpindahan ke era digital tentu membutuhkan sarana dan prasarana. Pihaknya akan memberikan dukungan kepada Dinas Pariwisata kaitan hal tersebut.

“Jadi nanti mana yang dicover Bank BPD DIY dan mana yang dicover oleh Pemda, kita akan dukung,”kata Hanung.

Sementara Kwintarto mengatakan, semua obyek pantai sudah bisa menggunakan QUAT, begitu juga Goa Selarong, wisata di Mangunan dan juga di desa wisata. Yang belum adalah Goa Cermai karena kendala sinyal.

“Ketika ujcoba ini tidak ada kendala, maka nantinya tahun 2022 semua destinasi menggunakan QRIS. Ini sedang kita upayakan, termasuk akan ada valuasi di akhir 2021,”kata Kwin.

Selain itu sosialisasi terus digencarkan selama proses ujicoba, karena bisa saja yang sudah memiliki M-Bangking ataupun aplikasi, namun karena tidak tahu cara menggunakan. Dan di masa transisi, petugas juga akan berlatih agar lancar dalam melayani wisatawan saat menggunakan QUAT. Karena yang biasanya manual sudah pandai, saat digital bisa saja mereka grogi.

“Kita akan terus pantau dan evaluasi,”tambah Kwin. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini