Berhadiah Ratusan Juta, Jogja 10K Memadukan Lari, Budaya dan Partisipasi Warga
Contoh konkret event olahraga menjadi penggerak ekonomi sekaligus promosi budaya.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang mampu memadukan olahraga, budaya dan partisipasi warga dalam satu perhelatan besar. Melalui event Jogja 10K yang akan digelar pada 3 Mei 2026, kota budaya ini tidak hanya menawarkan kompetisi lari tetapi juga pengalaman berwisata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Peluncuran Jogja 10K ditandai kegiatan fun run sejauh 5 kilometer yang diikuti sekitar 500 pelari dari berbagai komunitas di Yogyakarta, Minggu (25/1/2026) pagi, dengan titik start dan finish di Plaza Malioboro.
Menariknya, kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh 50 komunitas lari di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Padang hingga Gorontalo, menandai luasnya jejaring komunitas yang terlibat sejak tahap awal penyelenggaraan.
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harnawan, menilai Jogja 10K sebagai contoh konkret event olahraga menjadi penggerak ekonomi sekaligus promosi budaya. Kedatangan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri diyakini akan berdampak langsung pada sektor perhotelan, UMKM hingga destinasi wisata budaya di Yogyakarta.
Tujuan wisata
“Ujungnya bukan hanya olahraga, tetapi bagaimana masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Yogyakarta semakin dikenal sebagai tujuan wisata dan olahraga,” ujarnya.
Dari aspek budaya dan keterlibatan warga, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara menyatakan Jogja 10K bukan semata milik penyelenggara, melainkan menjadi gawe bersama seluruh masyarakat Yogyakarta. Dukungan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, komunitas hingga sponsor menjadi fondasi utama agar event ini berjalan berkelanjutan.
“Jogja 10K adalah ajang lomba lari, lari bergembira dan heritage walk yang harus didukung bersama. Ini adalah gawe-nya seluruh warga Yogyakarta,” tegasnya.
Project Director Jogja 10K, Sentanu Wahyudi, menjelaskan event ini dirancang untuk memberikan pengalaman berlari di tengah lanskap budaya dan sejarah Yogyakarta. Rute akan melewati berbagai ikon budaya dan situs bersejarah, sekaligus memberi peluang bagi peserta untuk mencatatkan waktu terbaik.
Pertunjukan seni
Selain aspek teknis seperti rute, hidrasi dan layanan kesehatan, panitia juga menyiapkan pertunjukan seni di sepanjang lintasan. Kesenian yang ditampilkan oleh warga setempat diharapkan menjadi penyemangat sekaligus daya tarik unik yang membedakan Jogja 10K dari event lari lainnya.
Jogja 10K akan mempertandingkan kategori 10 kilometer, fun run 5 kilometer serta heritage walk 3 kilometer, dengan start dan finish di kawasan Malioboro. Event ini menargetkan 10 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, serta memperebutkan hadiah senilai ratusan juta rupiah.
Antusiasme peserta juga tercermin dari komunitas luar daerah. Handoko, pelari dari komunitas Berlari Bersama Semarang, menilai Jogja 10K sebagai terobosan baru dalam dunia event lari nasional.
Pendaftaran Jogja 10K dibuka 1 Februari 2026 pukul 09:00 melalui situs jogja10k.run, dengan sistem kuota terbatas dan mekanisme siapa cepat dia dapat. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
