Rayakan Satu Abad Gereja Kotabaru, Umat Lintas Iman Diajak Tuntaskan Lari 100 Kilometer

Rayakan Satu Abad Gereja Kotabaru, Umat Lintas Iman Diajak Tuntaskan Lari 100 Kilometer
Jersey Kotabaru Run 2026 yang akan digunakan dalam rangka peringatan 100 Tahun Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, Yogyakarta. (yvesta putu ayu/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Perayaan satu abad Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, Yogyakarta, dikemas dengan cara berbeda. Tak hanya melalui rangkaian liturgi, gereja yang genap berusia 100 tahun pada 26 September 2026 itu mengajak masyarakat lintas iman berpartisipasi dalam program Road to 100 Tahun: Lari 100 Kilometer sebagai simbol perjalanan iman, kebersamaan, dan harapan.

Puncak rangkaian tersebut akan digelar melalui Kotabaru Run 2026 (Fun Run 5K) yang menjadi bagian dari peringatan seabad gereja dengan mengusung tema "Gereja Kotabaru: Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan."

Romo Paroki Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, Yohanes Agus Setiyono SJ, di Yogyakarta, Senin (13/7/2026), mengatakan perayaan 100 tahun gereja sengaja dirancang tidak berhenti sebagai seremoni internal umat Katolik, tetapi menjadi ruang perjumpaan bagi seluruh masyarakat.

"Peringatan ini benar-benar membuka peluang untuk melayani umat beriman, bukan hanya umat Katolik tetapi juga masyarakat lintas iman," ujarnya.

Menurut Romo Agus, Gereja Kotabaru merupakan salah satu gereja Katolik tertua di Yogyakarta bersama Gereja Kidul Loji dan Gereja Ganjuran. Karena itu, keberadaannya diharapkan terus hidup sebagai ruang bersama yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kearifan lokal.

"Gereja ini tidak hanya menjadi bangunan yang diam, tetapi menjadi milik bersama yang terus memberi manfaat bagi Kota Yogyakarta," katanya.

Ketua Panitia HUT 100 Tahun Gereja Kotabaru, Emiliana, mengatakan semangat kebersamaan menjadi dasar penyusunan seluruh rangkaian kegiatan. Tema "Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan" lahir dari diskusi yang melibatkan seluruh kelompok umat, mulai dari anak-anak hingga lansia.

"Gereja ini bukan hanya pusat pewartaan iman, tetapi juga simbol toleransi di Yogyakarta. Kami hidup berdampingan dengan Masjid Syuhada dan Gereja HKBP dalam suasana yang rukun dan damai. Selain itu, gereja ini merupakan bangunan cagar budaya sekaligus tujuan wisata religi," ujarnya.

Semangat inklusif itu juga terlihat dalam penyelenggaraan lomba logo, jingle, dan maskot HUT ke-100 yang dibuka untuk masyarakat umum. Logo perayaan dimenangkan peserta beragama Islam asal Pamekasan, Madura, jingle diciptakan peserta beragama Kristen, sedangkan maskot dimenangkan peserta beragama Katolik.

"Ini menjadi gambaran bahwa perayaan 100 tahun Gereja Kotabaru memang terbuka bagi semua dan mencerminkan semangat kebinekaan," kata Emiliana.

Salah satu program unggulan adalah Road to 100 Tahun: Lari 100 Kilometer. PIC Kotabaru Run 2026, Vinsesius Wawan, menjelaskan target 100 kilometer tidak ditempuh dalam satu kali lomba, melainkan dibagi dalam 20 kegiatan lari, masing-masing sejauh lima kilometer.

"Targetnya kami menempuh 100 kilometer bersama-sama. Saat ini telah berlangsung sembilan kali kegiatan Road to dan sudah mencapai 45 kilometer. Lima kilometer terakhir akan kami selesaikan bersama pada puncak perayaan 26 September nanti," ujarnya.

Menurut Wawan, konsep tersebut dipilih agar semakin banyak masyarakat dapat terlibat tanpa harus menjadi pelari profesional.

"Kami ingin mengajak semua bergerak. Ada lari dan ada jalan sehat sehingga siapa pun bisa ikut menjadi bagian dari perjalanan menuju 100 tahun Gereja Kotabaru. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi simbol bahwa kita berjalan bersama dalam pengharapan," jelasnya.

Panitia menargetkan sekitar 800 peserta mengikuti Fun Run 5K. Setiap peserta akan memperoleh nomor BIB, jersey, dan medali finisher.

Dari sisi penyelenggaraan, Jorace Management memastikan standar pelaksanaan setara ajang lari profesional. Dian Dipsi dari Jorace mengatakan rute sepanjang lima kilometer akan melintasi kawasan bersejarah Kotabaru yang menjadi salah satu ikon Kota Yogyakarta.

"Kami merasa menjadi bagian dari sejarah besar Gereja Kotabaru. Rute akan melewati kawasan bersejarah di pusat Kota Yogyakarta dengan banyak ikon menarik. Kami memastikan kegiatan ini aman dan nyaman, ramah bagi anak-anak, orang tua, pelari, maupun masyarakat umum," katanya.

Melalui Kotabaru Run 2026, Gereja Santo Antonius Padua berharap perayaan satu abad perjalanan iman tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas agama, mempromosikan gaya hidup sehat, serta meneguhkan Yogyakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, kebersamaan, dan keberagaman. (*)