atap-los-di-pasar-cokro-kembang-raib-Atap los pedagang di Pasar Cokro Kembang yang raib diterjang angin kencang akhir Desember 2019. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)


masal-gurusinga-2

Atap Los di Pasar Cokro Kembang Raib

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Sudah dua pekan ini kondisi Pasar Cokro Kembang di Desa Daleman Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, sangat memprihatinkan. Atap sejumlah los di pasar itu raib, setelah diterjang angin kencang akhir Desember 2019 lalu.

Akibatnya, saat hujan tempat berjualan sejumlah pedagang ini bocor. Namun mereka tetap berjualan di saat pasaran Legi dan Pon.


Baca Lainnya :

Para pedagang berharap, atap los itu segera diperbaiki agar tidak mengganggu aktivitas mereka saat berjualan di hari pasaran.

“Kalau musim hujan seperti sekarang ini, jelas mengganggu. Lantai saja banjir. Kami tidak nyaman berjualan,” kata Dedy, pedagang yang berjualan di los daging, Sabtu (11/1/2020).


Baca Lainnya :

Dedy menambahkan, raibnya atap los yang terbuat dari bahan fiber itu, terjadi saat ada angin lebat pada akhir Desember lalu. Selain los daging, atap dari los pande besi dan los pedagang khusus juga hilang.

Senada, dikemukakan para pande besi yang berjualan sabit, parang, pisau dan kerajinan besi lainnya. Menurut mereka, kerusakan atap los telah dilaporkan kepada Pemerintah Desa Daleman. Kepala desa juga sudah meninjau kondisi pasar tersebut.

“Waktu kejadian akhir Desember. Padahal terhitung per 1 Januari 2020, pasar ini resmi dikelola pemerintah desa dan tidak lagi dikelola pemda. Tapi ya sampai sekarang belum diperbaiki. Padahal ini sudah musim hujan,” ujar sejumlah pedagang.

Saat koranbernas.id melihat ke lokasi Sabtu (11/1/2020), dari 3 los yang atapnya rusak itu, hanya los pedagang khusus saja dipadati pedagang. Mereka berjualan bumbu dan sayuran.

Kondisi itu, sangat berbeda dengan los pande besi dan los daging, yang hanya ditempati sejumlah pedagang saja.

Kepala Desa Daleman, Mursito, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp mengatakan, perbaikan menunggu pengesahan APBDes.

“Bila pedagang mau memperbaiki sendiri, maka dananya akan diganti setelah APBDes disahkan,” kata Mursito.

Pasar Cokro Kembang, dibangun oleh Kementerian Perdagangan dan Pemprov Jawa Tengah pada tahun 2011. Pasar tersebut dibangun di atas tanah kas Desa Daleman. Terhitung 1 Januari 2020, seluruh pasar desa diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah desa. Maka setiap kerusakan pasar, juga menjadi tanggungjawab Pemerintah Desa Daleman. (SM)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini