Arus Bawah Laut Menyulitkan Penyelam Saat Evakuasi Lima Perahu Tenggelam di Kebumen

Jarak pandang penyelaman mendekati nol meter akibat kekeruhan air.

Arus Bawah Laut Menyulitkan Penyelam Saat Evakuasi Lima Perahu Tenggelam di Kebumen
Kondisi perahu yang berhasil dievakuasi setelah tenggelam beberapa hari di dasar laut Pantai Pasir Kebumen. (istimewa)
Arus Bawah Laut Menyulitkan Penyelam Saat Evakuasi Lima Perahu Tenggelam di Kebumen

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Para penyelam gabungan dari berbagai unsur antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, TNI AL, Polairud Polres Kebumen, SAR Lawet Perkasa, Penyelam Banyu Biru, Kowara, Desa Tangguh Bencana Pasir serta Rukun Nelayan Kebumen Rescue, berhasil mengevakuasi lima perahu tangkap milik nelayan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pasir Kecamatan Ayah.

Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, Sabtu (2/8/2025) sore, menjelaskan penyelam sempat kesulitan karena arus bawah laut yang kuat mempengaruhi stabilitas mereka. “Gelombang tinggi yang masih terjadi hingga sore hari menghambat proses evakuasi dan membahayakan keselamatan tim,” ungkapnya.

Ditambah lagi adanya kendala lain di lapangan sehingga tim evakuasi menghadapi sejumlah tantangan serius, di antaranya visibilitas atau jarak pandang penyelaman mendekati nol meter akibat kekeruhan air.

“Proses evakuasi dilakukan melalui penyelaman untuk memutus tali jangkar yang menahan kapal di dasar perairan. Lima perahu yang berhasil dievakuasi, satu unit mengalami kerusakan berat, sementara empat unit lainnya rusak kategori sedang,” kata dia.

Perahu yang berhasil dievakuasi dari dasar laut ditarik ke daratan menjauhi pantai. (istimewa)

Lima kapal nelayan itu tersangkut di bawah laut akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah perairan TPI Pasir, Desa Pasir Kecamatan Ayah, awal pekan ini.

Kejadian bermula saat gelombang tinggi menyapu sejumlah kapal nelayan yang tengah berlabuh di tengah laut. Sejumlah 15 unit perahu terdampak dan beberapa tersangkut di dasar laut kedalaman sekitar 10-15 meter.

Heri Purwoto menambahkan, koordinasi lintas lembaga mempercepat proses evakuasi dan meminimalkan kerugian lebih lanjut. Yang tak kalah penting adalah memastikan keselamatan para nelayan dan tim penyelamat yang terlibat.

BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau nelayan terus memantau peringatan cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sebagai langkah antisipasi, nelayan lebih baik menunda aktivitas melaut hingga kondisi gelombang kembali stabil. (*)