Air Waduk Sempor Mulai Berkurang

Air Waduk Sempor Mulai Berkurang

KORANBERNAS.ID -- Meskipun ketersediaan air baku untuk pengolahan air minum semakin berkurang, manajemen  Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Sentosa  (PDAM-TBS) Kebumen menyatakan pengolahan air bersih masih normal.

Salah satu sumber air baku itu berasal dari Waduk Sempor. Saat ini volume air waduk tersebut berkurang 10 persen dari kapasitas tampung 38 juta meter kubik.

Kepala Bagian Teknik PDAM-TBS Kebumen, Kusni, kepada  koranbernas.id, Selasa (3/9/2019), menjelaskan  air baku dari Sungai Luk Ulo untuk pengolahan di Pejagoan.

Sedangkan Waduk Sempor untuk pengolahan air bersih di Sempor, sementara Waduk Wadaslintang untuk pengolahan air bersih di Jatimulyo (Alian).

Di tiga lokasi itu ketersediaan air masih cukup meski musim kemarau cukup panjang. “Intake pengambilan air baku di Waduk Sempor masih ada airnya,” kata Kusni.

Berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Bogowonto (BBWSB) selaku pengelola Waduk Sempor, hingga akhir Juli 2019 volume air waduk itu tinggal 3,8 juta meter kubik.

Akhir Oktober 2019 jika tidak turun hujan diprediksi volume air  hanya kurang dari 2 juta meter kubik.

Intake di Waduk Sempor berada dekat pipa turbin PLTA Sempor, masih ada airnya,“ ucap dia.

Meskipun volume air baku masih cukup namun demikian proses  pengolahan air memerlukan waktu lebih lama untuk volume produksi yang sama. Hal ini menyebabkan volume produksi berkurang.

Air baku dari Waduk Wadaslintang pernah mengalami masalah ketika  air turbin PLTA Wadaslintang ditutup.

Air turbin ini dibuka kembali dengan volume 90 liter per detik, setelah PDAM - TBS dan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jateng berkomunikasi dengan BBWSSB.

Akhirnya pintu turbin dibuka agar air baku tetap tersedia. Kebutuhan air baku dari Wadaslintang untuk pengolahan air bersih di Jatimulyo Alian hanya 90 liter per detik. (sol)