Rabu, 02 Des 2020,


88-warga-balerante-klaten-mengungsiKapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kapolres AKBP Edy Suranta Sitepu dan Kepala BPBD Klaten Sip Anwar mengunjungi lokasi pengungsian. (istimewa)


Masal Gurusinga

88 Warga Balerante Klaten Mengungsi


SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN – Sejumlah 88 warga Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten mengungsi di aula kantor desa setempat. Warga mengungsi menyusul peningkatan status aktivitas Gunung Merapi dari waspada ke siaga pada 5 November 2020.

Ke-88 warga yang sebagian di antaranya kelompok rentan itu terdiri 10 balita, 11 anak-anak, 26 lansia, 3 ibu hamil dan menyusui, 2 warga sakit, 3 warga disabilitas dan 33 orang dewasa.


Baca Lainnya :

    Berkaitan dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjend Pol Ahmad Luthfi beserta pejabat utama Polda Jateng mengunjungi lokasi pengungsian di Kantor Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Rabu (11/11/2020).

    Tampak hadir Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf Ustadi Rahmat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar, pimpinan kecamatan dan desa.


    Baca Lainnya :

      Di lokasi tersebut, kapolda mengecek ruang CCTV dan seismograf yang berfungsi memantau aktivitas Gunung Merapi. Dia juga berkoordinasi dengan Kepala BPBD tentang penanganan bencana erupsi Gunung Merapi seperti kondisi jalur evakuasi hingga penanganan di lokasi pengungsian.

      Kepada wartawan, mantan Kapolresta Surakarta itu menjelaskan kunjungannya bersama rombongan dalam rangka operasi Aman Nusa untuk menangani Covid-19 dan kejadian kontijensi lain seperti erupsi Gunung Merapi.

      “Penanganan pengungsi ini harus mengutamakan protokol kesehatan baik masyarakat maupun petugas,” ujarnya.

      Kapolda tidak mau pada bencana erupsi ini muncul klaster baru. Dirinya memerintahkan Kabid Dokes bersama Dinas Kesehatan betul-betul mengawasi pengungsi.

      Kearifan lokal juga menjadi penekanan kapolda dalam penanganan erupsi Gunung Merapi, yakni pelibatan masyarakat menjadi relawan. Ini dinilai lebih efektif karena mereka paham betul kondisi lapangan.

      “Sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan dan masyarakat. Contohnya di Balerante ini kepala desanya paham betul kondisi lapangan. TNI dan Polri tetap mem-back up. Yang jelas Polres, Kodim dan pemda siap dalam rangka penanganan erupsi Merapi,” kata Kapolda.

      Terkait ternak warga, atas inisiatif Kapolres dan relawan disiapkan lokasi khusus yang dijaga petugas. Di sela-sela kunjungannya Kapolda Jateng beserta rombongan juga menyerahkan bantuan sembako ke pengungsi. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini