Senin, 27 Sep 2021,


50-warga-positif-covid19-menyusul-dikirim-ke-donohudanSuasana pemindahan 50 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari GOR Gelarsena Klaten ke Asrama Haji Donohudan Boyolali, Sabtu (24/7/2021) siang. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
50 Warga Positif Covid-19 Menyusul Dikirim ke Donohudan

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Komplek GOR Gelarsena kembali kedatangan 50 warga Klaten yang terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (24/7/2021). Mereka berasal dari lokasi isolasi terpusat tingkat kecamatan. Usai pemeriksaan kesehatan, ke-50 warga tersebut dibawa ke lokasi isolasi tingkat provinsi di asrama haji Donohudan Boyolali.


Proses evakuasi warga tersebut melibatkan petugas gabungan TNI, Polri dan Pemkab Klaten. Bupati Hj Sri Mulyani, Kapolres AKBP Edy Suranta Sitepu SIK, MH, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo dan Irwasda Polda Jateng memantau langsung proses evakuasi warga pada Sabtu siang dengan bus milik Korps Brimob.


Kapolres AKBP Edy Suranta Sitepu menjelaskan, selain mengevakuasi warga ke Asrama Haji Donohudan, pihaknya juga akan mengisi lokasi isolasi terpusat di Kabupaten Klaten yang jumlahnya 913 titik.

“Saya minta kepada masyarakat agar sukarela melakukan isolasi terpusat di kecamatan dan di desa, atau di kabupaten dan di Donohudan,” pinta Kapolres.


Kapolres menambahkan, kebijakan isolasi terpusat dimaksudkan untuk menekan angka penularan virus Covid-19, khususnya klaster keluarga.

Pemisahan anggota keluarga yang positif Covid-19 dengan yang sehat, adalah langkah paling efektif yang bisa dilakukan saat ini. Sebab di lokasi isolasi terpusat, kondisi kesehatan warga yang positif Covid-19 menjadi perhatian pemerintah sehingga lebih terjamin keselamatannya.

“Di lokasi terpusat tentunya makanan terjamin, obat-obatan terjamin dan dijaga tenaga kesehatan 24 jam. Kemudian akan dilakukan pengecekan bisa 7 hari atau 14 hari. Apabila hasilnya sudah negatif, akan dievaluasi dan dipulangkan,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Klaten itu.

Sri Mulyani menambahkan, peningkatan kasus Covid-19, menjadi indikasi masyarakat masih belum sepenuhnya patuh dengan imbauan penerapan protokol kesehatan. Bupati berharap, pengalaman tetangga, teman dan saudara yang terinfeksi Covid-19, bisa menjadi pemantik warga yang lain untuk patuh dengan prokes.

“Saya mengingatkan kembali, agar masyarakat terus memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan. Tidak perlu bepergian kalau memang tidak sangat perlu. Kalau harus ke luar rumah, maka mereka harus mengenakan masker, menghindari kerumunan, selalu waspada dengan menjaga jarak serta rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer,” katanya. (*)

 

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini