mobil-dinas-bupati-sempat-kandas-saat-meninjau-jalan-rusak-di-wilayah-perbatasanBupati Banjarnegara Budhi Sarwono (paling kiri) saat meninjau jalan rusak di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Pekalongan, Minggu (9/8/2020). (istimewa) 


Prasetiyo

Mobil Dinas Bupati Sempat Kandas Saat Meninjau Jalan Rusak di Wilayah Perbatasan

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANJARNEGARA -- Pengguna jalan dari arah Banjarnegara ke utara yang akan memasuki Kabupaten Pekalongan di perbatasan Desa Plorengan Kecamatan Kalibening Banjarnegara dengan Desa Simego Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, sebentar lagi dapat bernafas lega.

Kondisi jalan sepanjang lima kilometer yang selama ini rusak parah, awal 2021 rencananya segera dibangun jalan aspal mulus, dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjarnegara senilai Rp 12 miliar.


Baca Lainnya :

Kepastian pembangunan jalan di wilayah Banjarnegara paling ujung utara itu disampaikan Bupati Budhi Sarwono saat meninjau kondisi jalan tersebut, Minggu (9/8/2020).

Berdasarkan pantauan, jalan sepanjang 5 km di perbatasan itu kondisinya rusak parah. Batu-batu besar berada di kanan kiri jalan. Di dekatnya jurang curam sehingga membahayakan pengguna jalan.


Baca Lainnya :

Di dekat perbatasan, terdapat jalan setapak yang dibeton warga selebar setengah meter di tepi jalan. Dimaksudkan untuk sekadar jalan sepeda motor atau pejalan kaki. Namun kondisinya pun rusak parah.

Mobil dinas Bupati Banjarnegara, Pajero R 17 D, dan beberapa mobil rombongan, saat melewati jalan itu sempat kandas, karena tak kuat merayapi tanjakan  ekstrem dan berbatu serta berlobang terjal.

"Terpaksa saya turun dari mobil dan jalan kaki sepanjang kurang lebih 1 kilometer," ujar Muji Prasetyo, staf Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara yang ikut mendampingi Bupati Banjarengara dalam kunjungan tersebut kepada koranbernas.id.

Menangis

Bupati Budhi Sarwono menyampaikan rasa prihatinnya dengan kondisi jalan tersebut. Dia telah memikirkan nasib jalan ini sejak awal tahun, namun karena fokus tersita penanganan Corona, mau tak mau pembangunan jalan di jalur tersebut tertunda.

“Saya prihatin dan sampai menangis, mengapa masih ada rakyat saya yang belum merdeka. Dengan kondisi jalan seperti ini kan bahaya sekali. Bagaimana caranya anak-anak ke sekolah? Lalu bagaimana warga kami yang mayoritas petani dan perambah hutan ini bisa mengangkut hasilnya ke kota, dan ibu-ibu yang hendak melahirkan bagaimana?" ucapnya sedih.

Untuk itulah, Bupati Budhi Sarwono memohon maaf. “Maafkan saya, karena saya terlambat memegang Banjarnegara. Sekarang tak melihat ini jalan milik siapa, akan kita bangun karena ini jalan banyak manfaat untuk rakyat saya. Mohon bersabar tahun depan, pada awal tahun Pemerintah Kabupaten  Banjarnegara akan mulai membangun jalan ini,” janji Budhi Sarwono.

Melihat potensi yang ada di Desa Plorengan dan Desa Simego, Budhi Sarwono mengharapkan Pemkab Pekalongan juga mengimbangi dengan membangun jalan mulai dari arah masuk Desa Simego hingga perbatasan Desa Plorengan.

Bupati Budhi Sarwono mengakui, potensi wisata di sepanjang jalan ini luar biasa, karena berada di kompleks wana wisata hutan pinus. Sehingga cocok dibangun rest area dan area spot selfi.

“Kami optimistis, jika Kabupaten Pekalongan juga menyambut langkah kami, maka potensi wisata di sepanjang jalur ini tak kalah menariknya dengan potensi wisata di perbatasan atau jalan tebus Bawang-Dieng, tepatnya di sepanjang Desa Sigemplong Kecamatan Bawang Kabupaten Batang dengan Desa Bitingan di Kecamatan Batur Banjarnegara,” ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Banjarnegara, M Arqom al Fahmi, menerangkan, total  panjang jalan Plorengan-Simego 5 kilometer dengan lebar 4 meter siap dibangun tahun depan.

Sebenarnya tahun 2020 sudah dianggarkan  Rp 3 miliar untuk menangani 2,8 kilometer. "Namun berhubung ada Pandemi Covid-19, akhirnya kami usulkan lagi di tahun 2021. Pada tahun depan total 5 kilometer dianggarkan Rp 12 miliar," jelasnya.

Camat Kalibening, Waris Budi Rahayu, sangat gembira dengan apresiasi bupati pada kondisi infrastruktur di wilayahnya. “Jalan ini sangat penting, dan merupakan akses tercepat menuju Pekalongan dan sekitarnya, begitu pun sebaliknya. Saya optimistis ini akan jadi jalur favorit juga ke Dieng," ujar Waris.

Rencana Bupati Banjarnegara ini disambut baik Kepala Seksi Perencanaan Desa Plorengan, Jamil. Tentu saja, warga Desa Plorengan sangat senang dengan kepastian dibangunnya jalan ini.

“Inilah mimpi kami dan semua warga di sini. Bertahun-tahun kami menantikan adanya jalan aspal mulus, agar kami tak kesulitan jika akan ke Banjarnegara maupun ke Pekalongan. Terima kasih Pak Bupati," ujar Jamil. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini