TP PKK DIY Gelar Mbok Mlayu 2026, Ajang Olahraga dan Budaya Khusus Perempuan

Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai gerakan yang menyenangkan bagi perempuan.

TP PKK DIY Gelar Mbok Mlayu 2026, Ajang Olahraga dan Budaya Khusus Perempuan
Konferensi pers peluncuran Mbok Mlayu 2026 di Yogyakarta, Kamis (12/3/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Gerakan olahraga dan budaya khusus perempuan, Mbok Mlayu, kembali digelar 2026 dengan skala yang lebih besar. Memasuki tahun ketiga, panitia mengajak perempuan untuk bergerak bersama melalui tema Sesarengan Mlaku Sesarengan Maju.

Kegiatan yang digagas oleh TP PKK DIY  ini dijadwalkan berlangsung 18-19 April 2026 di Pura Pakualaman dan menargetkan partisipasi sekitar 1.000 perempuan dari berbagai komunitas. Penyelenggaraan tahun ini melibatkan kerja sama antara TP PKK DIY, Puro Pakualaman serta Kayana Creative.

Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAy Adipati Paku Alam X, Kamis (12/3/2026),  mengungkapkan Mbok Mlayu menjadi ruang penting bagi perempuan untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat jejaring sosial dan budaya. Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai gerakan yang menyenangkan bagi perempuan.

“Setiap tahun kami ingin perempuan-perempuan di Yogyakarta maupun Indonesia melakukan gerakan yang menyehatkan. Biasanya perempuan hanya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan sehari-hari. Dengan adanya event ini, mereka bisa lebih fresh, smart, sehat dan penuh semangat,” ujarnya.

Dirancang khusus

Menurutnya, Mbok Mlayu bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga wadah untuk mempererat solidaritas perempuan dari berbagai latar belakang. Dalam kegiatan ini para peserta dapat saling bertemu, berjejaring sekaligus menikmati berbagai aktivitas yang dirancang khusus bagi perempuan.

“Ini adalah ajang solidaritas perempuan. Tidak hanya lari, jalan, atau bersepeda, tetapi juga ada kegiatan UMKM, pelatihan menari hingga jemparingan. Jadi kita tidak hanya olahraga, tetapi juga menghadirkan budaya. Bagaimana pun Yogyakarta adalah kota budaya,” katanya.

Tahun ini, Mbok Mlayu membuka kategori baru berupa bersepeda, yang melengkapi kategori jalan santai dan lari yang telah hadir pada dua penyelenggaraan sebelumnya. Antusiasme komunitas pesepeda perempuan di Yogyakarta dinilai cukup besar sehingga kategori ini diharapkan semakin memperluas partisipasi.

Selain olahraga, rangkaian acara juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti Sunset Yoga, Zumba, kelas tari Jawa, walking tour, health talk, hingga beauty class yang dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan pemberdayaan perempuan. Festival UMKM yang melibatkan lebih dari 20 pelaku usaha perempuan juga akan meramaikan kegiatan.

Kegiatan bermakna

Gusti Putri berharap kegiatan ini dapat mendorong perempuan untuk tetap memberi ruang bagi dirinya sendiri di tengah berbagai peran yang dijalani. “Saya berharap perempuan-perempuan di Yogyakarta melakukan kegiatan yang bermakna, punya me-time untuk dirinya sendiri, dan tetap sehat lahir batin, fisik, psikis dan mentalnya,” ujarnya.

Sekretaris TP PKK DIY, Anggi Bambang, mengatakan kegiatan Mbok Mlayu selaras dengan program PKK yang mendorong perempuan menjadi motor kesejahteraan keluarga.

“PKK memang identik dengan perempuan, tetapi sebenarnya gerakan ini untuk keluarga. Ketika ibu sehat, aktif dan berdaya, maka keluarga dan lingkungannya juga ikut kuat,” ujarnya.

Project Director Mbok Mlayu, Dian Isnawati, menambahkan kegiatan ini dirancang sebagai ruang inklusif bagi perempuan untuk bertumbuh bersama.

Berkembang bersama

“Mbok Mlayu bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang aman dan inklusif bagi perempuan untuk terhubung dan berkembang bersama,” ucapnya.

Rangkaian acara dimulai Sabtu (18/4/2026) dengan pengambilan racepack, workshop komunitas, Sunset Yoga, serta festival UMKM. Sementara pada Minggu (19/4/2026) akan digelar event sepeda, lari kategori 10K, 5K, serta jalan 2K, diikuti selebrasi finisher, penampilan musik dan festival UMKM.

Dengan berbagai aktivitas tersebut, Mbok Mlayu diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang kolaborasi perempuan Yogyakarta untuk terus bergerak sehat, kreatif dan berbudaya. (*)