Sabtu, 05 Des 2020,


tmmd-tingkatkan-kesetiakawanan-sosialBupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan program TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2020 kepada Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2020 bertempat di Aula lantai III Setda Sleman, Selasa (22/9/2020).(istimewa)


Nila Jalasutra

TMMD Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial


SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2020 telah dibuka kembali. Penyerahan program TMMD dilakukan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo kepada Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2020 bertempat di Aula lantai III Setda Sleman, Selasa (22/9/2020).

Sri Purnomo menyambut baik dengan dibukanya kembali program tersebut. Menurutnya program TMMD ini telah terbukti mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur di desa, sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman.


Baca Lainnya :

Sri Purnomo juga menyebutkan bahwa program ini dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, serta disusun dengan sistem "bottom up planning”.

“Diharapkan dengan adanya TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2020 ini, pembangunan di Kabupaten Sleman dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Sri Pirmomo.


Baca Lainnya :

Dia juga berharap dengan kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan kesetiakawanan sosial guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat, termasuk dalam mengatasi masalah kemiskinan yang ada di lingkungannya. Pencanangan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2020 ini juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, sehingga masyarakat mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah kemiskinan sekaligus memberdayakan diri untuk berdikari.

“Banyaknya jumlah penduduk Kabupaten Sleman yang mencapai 1.079.575 jiwa di satu sisi merupakan potensi SDM yang potensial. Namun apabila tidak diimbangi dengan kualitas dan kesejahteraan, maka hal tersebut justru akan menjadi kontra produktif dalam proses pembangunan. Pemkab Sleman juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari semula sebesar 8,77 % di tahun 2018 turun menjadi 8,08 % di tahun 2019,” tuturnya.

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman, Letkol Inf Arief Wicaksana menjelaskan bahwa di Desa Sendangsari, Kecamatan Minggir kegiatan ini akan menyasar pada pembangunan fisik dan non fisik.

Pembangunan fisik, lanjutnya, terdiri dari pembangunan talud sepanjang 700 meter, pembangunan badan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 3 meter, rehab atap masjid, rehab lantai 2 rumah seluas 24 meter persegi dan pembuatan pos Kamling 3 x 3,5 meter.

“Adapun non fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela Negara, penyuluhan Kamtibmas dan NAPZA, penyuluhan pertanian, penyuluhan KB dan kesehatan, serta penyuluhan penanggulangan Covid-19,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan kegiatan ini akan memakai dana yang bersumber dari APBD DIY sebanyak Rp 75 juta dan dari APBD Sleman sebanyak Rp 200 juta. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan selama 30 hari kedepan. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini