Tebar Kebaikan, Pemkab Bantul Gelar Srawung Satriya 2025
Kegiatan itu sukses dilaksanakan Minggu (26/10/2025) dengan 150 peserta.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama organisasi pelajar dan pemuda menyelenggarakan kegiatan Srawung Satriya 2025” di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bantul.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara PC IPNU-IPPNU Bantul, PD IPM Bantul dan Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) Kabupaten Bantul dengan dukungan pemerintah kabupaten.
Diharapkan, Srawung Satriya 2025 menjadi momentum bagi pemuda Bantul untuk terus berkontribusi aktif, menebar kebaikan serta menjaga nilai-nilai luhur dalam membangun Bantul yang 'satriya', tangguh, berdaya dan berbudaya.
Panitia acara, M Asruri Faishal Alam dari RKP melalui siaran per ke koranbernas.id, Selasa (28/10/2025), menjelaskan acara mengusung tema Bantul Bumi Satriya: Aktualisasi Nilai Pemuda, Mendorong Spirit Memayu Hayuning Bawana.
Organisasi pelajar
Kegiatan itu sukses dilaksanakan Minggu (26/10/2025) dengan 150 peserta yang berasal dari berbagai organisasi pelajar dan kepemudaan di Kabupaten Bantul.
"Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan dialog antar pemuda untuk memperkuat karakter, nilai gotong royong, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda,"kata Faishal.
Selain itu, juga merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas organisasi pemuda untuk membangun ruang partisipatif yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami ingin menjadikan Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi gerakan nyata yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui filosofi "Memayu Hayuning Bawana", para peserta diajak untuk menanamkan nilai-nilai keseimbangan, harmoni dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai luhur
Diharapkan pula, Srawung Satriya 2025 menjadi momentum bagi pemuda Bantul untuk terus berkontribusi aktif, menebar kebaikan, dan menjaga nilai-nilai luhur dalam membangun Bantul yang 'satriya', tangguh, berdaya dan berbudaya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Suradal, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah dan generasi muda dalam menjaga budaya serta memperkuat daya saing daerah. “Pemuda adalah pewaris dan penggerak nilai-nilai luhur. Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita wujudkan Bantul yang berdaya, berbudaya dan harmonis,” ujarnya.
Memasuki sesi materi,Hermawan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Setiaji mengungkap peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
Selain itu, Syahdara Annisa, Ketua Nasyiatul Aisyiyah DIY serta Nur Jannah Komisioner KPAID Bantul, juga memberikan perspektif inspiratif mengenai kepemimpinan perempuan muda, perlindungan anak dan peran generasi Z dalam menjaga moral sosial di tengah tantangan zaman. (*)
Sariyati Wijaya
