Suraloka Interactive Zoo Buka Empat Zona Baru
Pengunjung berinteraksi langsung dengan satwa dalam lingkungan yang menyerupai habitat aslinya.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Memeriahkan libur panjang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025, Suraloka Interactive Zoo di Jalan Boyong Kaliurang Sleman membuka empat zona baru. Zona-zona tersebut yaitu Nocturnal Zone, Freshwater Aquariums, Saltwater Aquariums dan Reptile Tunnel.
Bukan tanpa sebab, penambahan empat zona baru ini dimaksudkan untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukatif unggulan di Yogyakarta. Apalagi saat ini kebutuhan masyarakat akan destinasi wisata yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga nilai edukasi yang bermanfaat, khususnya terkait pelestarian satwa semakin meningkat.
Pengembangan zona baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Suraloka Interactive Zoo dilakukan. Dengan demikian kawasan tersebut bisa menjadi pusat konservasi dan edukasi satwa terkemuka di Indonesia.
"Saat ini ada pergeseran minat wisatawan yang kini lebih mencari pengalaman mendalam dan bermakna,” ujar Endra Sutapa, General Manager Suraloka Interactive Zoo, di sela pembukaan zona baru, Sabtu (29/3/2025).
Berinteraksi
Keempat zona itu, menurut Endra, mempunyai keunikan sendiri. Sebab dirancang dengan pendekatan yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan satwa dalam lingkungan yang menyerupai habitat aslinya.
Contohnya di Zona Nocturnal, pengunjung bisa mengamati aktivitas satwa malam seperti galago, musang, dan kalong dalam kondisi pencahayaan yang diatur khusus. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang perilaku alami mereka.
“Kami tidak sekadar menampilkan satwa, tetapi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian mereka. Edukasi adalah kunci untuk membangun kesadaran ini,” jelasnya.
Zona Aquatic yang terbagi menjadi akuarium air tawar dan air laut juga menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Berbagai jenis ikan warna-warni, ikan aligator, hingga hiu kecil dapat dilihat berenang dalam akuarium berukuran besar.
Wahana edukasi
Dengan dibukanya zona-zona baru, Suraloka Interactive Zoo menargetkan peningkatan jumlah pengunjung hingga 30 persen pada tahun 2025. Selain itu memperkuat misinya sebagai wahana edukasi yang menginspirasi kepedulian terhadap alam dan satwa liar.
Leader Keeper Zona Reptil, Ilham Sodiq, mengungkapkan zona tersebut menampilkan lebih dari 30 spesies reptil yang sebagian besar terancam punah. Melalui zona ini, mereka berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlangsungan hidup reptil yang sering kali dipandang negatif.
“Koleksi kami mencakup king cobra, buaya, red tegu dan soa layar yang kini statusnya semakin mengkhawatirkan di habitat aslinya," katanya. (*)