atas1

Sleman Terdepan Jaga Keistimewaan DIY

Selasa, 21 Jan 2020 | 12:46:46 WIB, Dilihat 383 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Sleman Terdepan Jaga Keistimewaan DIY Supriyanto berdialog dengan warga Cangkringan Sleman. (istimewa)

Baca Juga : Rektor UAD Gabung Jadi Penggemar Dalang Seno


KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Sebagai pintu gerbang yang menghubungkan wilayah Provinsi DIY dengan Jawa Tengah (Jateng) di sisi timur dan utara, Kabupaten Sleman memiliki posisi strategis.

“Sleman juga memiliki posisi geografis kultural yang erat dengan poros filosofi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tugu Yogyakarta dan Gunung Merapi,” ungkap Supriyanto, politisi PDI Perjuangan.

Saat berdialog dengan warga tergabung dalam Forum Rembug Sleman di Kopi Merapi Cangkringan Sleman, Senin (20/1/2020) malam, salah seorang bakal calon Bupati Sleman yang akrab disapa Antok itu ingin Sleman menjadi yang terdepan menjaga keistimewaan DIY.

Sejak 1999, dirinya terlibat dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta (GRY) yang konsisten memperjuangkan Keistimewaan DIY.

Dia juga pernah menjadi Korlap aksi massa PDIP pada aksi damai  mendukung Keistimewaan DIY, 8 Desember 2010, ketika itu ada wacana pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Pada kesempatan itu, tokoh masyarakat anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wukirsari, Agus Kristianta, menyampaikan permasalahan tata ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) di lereng Gunung Merapi dan Tanah Kasultanan yang merupakan bagian dari Keistimewaan DIY.

Tegaskan komitmen

Supriyanto menegaskan komitmennya menjadikan Sleman terdepan mempertahankan eksistensi Keistimewaan DIY sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.

Kewenangan istimewa meliputi tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, kebudayaan, pertanahan dan tata ruang.

"Keberadaan Sultan Ground (tanah milik Keraton Kesultanan Yogyakarta) harus kita jaga bersama karena itu hak ulayat yang sudah diakui keberadaanya sejak sebelum kemerdekaan sampai sekarang. Tidak ada masalah dengan UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria)," ujarnya.

Saat ini Pemkab Sleman telah mendata kepemilikan tanah Keraton Kasultanan Yogyakarta, tercatat seluas 746,5 hektar terdiri dari 4.486 bidang. (sol)



Senin, 20 Jan 2020, 12:46:46 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 427 View
Rektor UAD Gabung Jadi Penggemar Dalang Seno
Senin, 20 Jan 2020, 12:46:46 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 367 View
Lulusan UPNVY Miliki Ciri Khusus
Senin, 20 Jan 2020, 12:46:46 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 322 View
Jadi Masalah Berkepanjangan, Pengelolaan TPST Piyungan Harus Serius

Tuliskan Komentar