Setelah Jogja, Isi Piringku Merambah Magelang

Setelah Jogja, Isi Piringku Merambah Magelang
Peluncuran dan Pelatihan Isi Piringku yang berjalan di Kabupaten Magelang, Rabu (5/7/2023). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, Kabupaten Magelang memiliki angka stunting 28.2 persen. Diperlukan intervensi dalam upaya pencegahan stunting sehingga dapat mencapai target pemerintah di tahun 2024 agar angka stunting menjadi 14 persen.

Dalam rangka berkontribusi membantu pemerintah mencegah stunting sekaligus bertepatan dengan perayaan Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni lalu, Danone Indonesia mengadakan Peluncuran dan Pelatihan Isi Piringku yang berjalan di Kabupaten Magelang, Rabu (5/7/2023).

Bupati Kabupaten Magelang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Magelang saat ini juga tengah fokus menangani kasus stunting dan menjadi program prioritas.

Menurut dia, pemenuhan gizi masyarakat menjadi hal yang sangat krusial, asupan gizi yang seimbang sangat dibutuhkan di usia pertumbuhan untuk mencegah stunting.

“Kami memandang program Isi Piringku mempunyai peran penting dalam edukasi pemenuhan gizi seimbang anak, khususnya masa pascapandemi ini. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Danone Indonesia atas inisiatifnya. Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan dan memperkuat pemahaman guru PAUD, kader kesehatan, kader PKK, dan instansi terkait lainnya, untuk memberikan edukasi kepada orang tua akan pentingnya kesehatan, gizi, dan pola asuh yang baik selama periode perkembangan anak menuju generasi emas 2045," ujarnya dalam keterangan tertulis Danone kepada koranbernas.id, Sabtu (8/7/2023).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Slamet Ahmad Husein menjelaskan, semua pihak ikut bertanggung jawab menurunkan angka stunting menuju periode generasi emas tahun 2045. Setelah Yogyakarta, program Isi Piringku yang diinisiasi Danone Indonesia ini mendukung penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Magelang.

"Juga memperkuat pemahaman pendidik PAUD tentang pentingnya kesehatan, gizi, dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak," ujarnya. 

Rizki Pohan, Health & Nutrition Senior Manager Danone Indonesia mengungkapkan Danone Indonesia memiliki misi membawa kesehatan melalui makanan dan minuman kepada sebanyak mungkin orang dan turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan di Indonesia. Masalah stunting menjadi salah satu fokus Danone Indonesia.

"Mengadopsi pedoman dari pemerintah dan UNICEF, pencegahan stunting yang dilakukan Danone Indonesia berangkat dari pendekatan pola makan, pola asuh, dan sanitasi. Program Isi Piringku yang hari ini diluncurkan di Kabupaten Magelang menjadi salah satu penerapan dari aspek pola makan," jelasnya.

Porsi Isi Piringku terdiri makanan pokok yakni sumber karbohidrat dengan porsi 2/3 dari setengah piring. Lalu dilengkapi dengan lauk pauk dengan porsi sepertiga dari setengah piring. Setengah piring lainnya diisi proporsi sayur-sayuran dengan porsi 2/3 dan buah-buahan dengan porsi sepertiga.

"Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi," tandasnya. (*)